INVESTASI DAN INSTRUMEN PASAR MODAL

by - Februari 28, 2013

A.    Perspektif Umum Investasi
1.      Definisi Investasi
Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan  datang.
Istilah investasi bisa berkaitan dengan berbagai macam aktivitas. Menginvestasikan sejumlah dana pada aset real (tanah, emas, mesin atau bangunan) maupun aset finansial (deposito, saham, atau obligasi) merupakan aktivitas investasi yang umumnya dilakukan. Bagi investor yang lebih pintar dan lebih berani menanggung risiko, aktivitas investasi yang mereka lakukan juga bisa mencakup investasi pada aset-aset finansial lainnya yang lebih kompleks seperti warrants, options, dan future maupun ekuitas internasional.
Pembahasan investasi berkaitan dengan pengolahan aset finansial terutama sekuritas yang diperdagangkan (marketable securities).
-          Aset finansial adalah klaim berbentuk surat berharga atas sejumlah aset-aset pihak penerbit surat berharga tersebut.
-          Sedangkan marketable securities adalah aset-aset finansial yang bisa diperdagangkan dengan mudah dan dengan biaya transaksi yang murah pada pasar yang terorganisir.
Contoh Investasi:        
-          Seorang investor membeli sejumlah saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun sejumlah dividen di masa yang akan datang.
-          Sebagai contoh sedehana lainnya, waktu yang anda korbankan untuk mempelajari buku bacaan juga merupakan suatu investasi. Anda mungkin harus merelakan waktu bersantai anda bersama teman untuk membaca buku dengan harapan memperoleh manfaat yang akan membantu menyukseskan karier anda di masa akan datang. Jadi harapan akan masa depan yang lebih baik tersebut merupakan imbalan atas komitmen waktu dan usaha yang anda lakukan saat ini.
-           
2.      Definisi Dan Jenis Investor
Pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut investor. Investor pada umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu:
ž  Investor individual (individual/retail investors) Investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi.
ž  Investor institusional (institutional investors) Investor institusional biasanya terdiri dari perusahaan perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana (bank dan lembaga simpan pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaan investasi
3.   Tujuan Investasi
-          Meningkatkan kesejahteraan investor.
Contoh: Sdr. C. Ronaldo mulai menabung Rp 3 juta per tahun  pada usia 25 tahun. C. Ronaldo pensiun 40 tahun kemudian pada usia 65 tahun. Besarnya nilai mendatang investasi Sdr. C. Ronaldo dapat dihitung sebagai berikut:
Pada tingkat bunga 8 persen per tahun, nilai mendatang
40 = Rp3.000.000 x FVIFA8%
40 = Rp3.000.000 x 259,06
     = Rp777.180.000.
Pada tingkat bunga 12 persen per tahun, nilai mendatang
40 = Rp3.000.000 x FVIFA12%
40 = Rp3.000.000 x 767,09
     = Rp2.301.270.000.
Pada tingkat bunga 20 persen per tahun, nilai mendatang
 40 = Rp3.000.000 x FVIFA20%
40 = Rp3.000.000 x 7.343,9
     = Rp22.031.700.000

Semua orang mungkin setuju dengan pernyataan tujuan investasi tersebut. Tapi pernyataan tersebut terlalu sederhana sehingga kita perlu mencari jawaban yang lebih tepat tentang tujuan orang berinvestasi.
Sumber-sumber dana investasi bisa berasal dari aset-aset yang dimiliki saat ini, pinjaman dari pihak lain, ataupun dari tabungan. Investor yang mengurangi konsumsinya saat ini akan mempunyai kemungkinan kelebihan dana untuk ditabung. Dana yang berasal dari tabungan tersebut jika diinvestasikan akan memberikan harapan peningkatan kemampuan konsumsi investor di masa akan datang, yang diperoleh dari peningkatan kesehjateraan investor tersebut.
Secara lebih khusus lagi, ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain adalah sebagai berikut:
a.    Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang.
Seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang.
b.   Mengurangi tekanan inflasi.
Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau obyek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh iinflasi.
c.    Dorongan untuk menghemat pajak.
Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.
d.      Dan lain-lain.


B.       Proses Investasi
Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Untuk memahami proses investasi, seorang investor terlebih dahulu harus mengetahui  beberapa konsep dasar investasi, yang akan menjadi dasar pijakan dalam setiap tahap pembuatan keputusan investasi yang akan dibuat.
Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return harapan dan risiko suatu investasi. Hubungan risiko dan return harapan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linear. Artinya, semakin besar return harapan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus dipertimbangkan. Hubungan seperti itulah yang menjawab pertanyaan mengapa tidak semua investor hanya berinvestasi pada aset yang menawarkan tingkat return yang paling tinggi, investor juga harus mempertimbangkan tingkat risiko yang harus ditanggung.
v  Dasar Keputusan Investasi
Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return harapan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko. Berikut ini akan dibahas masing-masing dasar keputusan investasi tersebut.
1.      Return
Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Dalam konteks manajemen investasi tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Suatu hal yang sangat wajar jika investor menuntut tingkat return tertentu atas dana yang telah dinvestasikannya. Return harapan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi.
Dalam konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara return yang diharapkan (expected return) dan return aktual atau yang terjadi (realized return).
-   Return harapkan (expected return) merupakan tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang.
-   Sedangkan return yang terjadi (realized return) atau return aktual merupakan tingkat return yang telah diperoleh investor pada masa lalu.
Ketika investor menginvestasikan dananya, dia akan mensyaratkan tingkat return tertentu, dan jika periode investasi telah berlalu, investor tersebut akan dihadapkan pada tingkat return yang sesungguhnya dia terima. Antara tingkat return harapan  dan tingkat return aktual yang diperoleh investor dari investasi yang dilakukan mungkin saja berbeda. Perbedaan antara return harapan dengan return yang benar-benar diterima (return aktual) merupakan risiko yang harus dipertimbangkan dalam proses investasi sehingga dalam berinvestasi di samping memperhatikan tingkat return, investor harus selalu mempertimbangkan tingkat risiko suatu investasi. 
2.      Risiko
Sudah sewajarnya jika investor mengharapkan return yang setinggi-tingginya dari investasi yang dilakukannya. Tetapi, ada hal yang penting yang harus ditanggung dari investasi tersebut.
Risiko bisa diartikan sebagai kemungkinan return aktual yang berbeda dengan return harapan. Secara spesifik, mengacu pada kemungkinan realisasi return aktual lebih rendah dari return minimum yang diharapkan. Return minimum yang diharapkan seringkali juga disebut sebagai return yang disyaratkan (required rate of return). Dalam ilmu ekonomi pada umumnya dan ilmu investasi pada khususnya terdapat asumsi bahwa investor adalah makhluk yang rasional. Investor yang rasional tentunya tidak akan menyukai ketidakpastian atau risiko. Investor yang mempunyai sikap enggan terhadap risiko seperti ini disebut sebagai risk-averse investor. Investor seperti tidak akan mau mengambil risiko suatu investasi jika investasi tersebut tidak memberikan harapan return yang layak sebagai kompensasi terhadap risiko yang harus ditanggung investor tersebut.
Sikap investor terhadap risiko akan sangat tergantung kepada prefensi investor tersebut terhadap risiko. Investor yang lebih berani akan memilih risiko investasi yang lebih tinggi, yang diikuti oleh harapan tingkat return yang tinggi pula. Demikian pula sebaliknya, investor yang tidak mau menanggung risiko yang terlalu tinggi, tentunya tidak akan bisa mengharapkan tingkat return yang terlalu tinggi.
3.      Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan
Seperti telah dijelaskan di atas, hubungan antara risiko dan return harapan merupakan hubungan yang besifat searah dan linear. Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return harapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.
Selanjutnya, obligasi pemerintah terlihat mempunyai risiko yang cenderung rendah dan tingkat return diharapkan yang juga tidak terlalu tinggi. Sedangkan disisi lain jika kita berinvestasi pada kontrak future misalnya, sesuai dengan gambar diatas, terlihat bahwa risiko yang harus ditanggung tergolong sebagai risiko yang tinggi, dengan tingkat return diharapkan yang tinggi pula.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari pola hubungan antara risiko dengan return harapan adalah bahwa risiko dan return harapan mempunyai hubungan yang searah dan linear. Artinya, semakin tinggi risiko suatu aset, semakin tinggi pula tingkat return harapan dari aset tersebut, demikian sebaliknya.



C.    Proses Keputusan Investasi
Proses keputusan investasi merupakan proses keputusan yang berkesinambungan (going process). Proses keputusan investasi terdiri dari lima tahap keputusan yang berjalan terus menerus sampai tercapai keputusan investasi yang baik. Tahap-tahap keputusan investasi meliputi 5 tahap keputusan, yaitu :

1.    Menetapkan Sasaran Investasi
Langkah pertama dalam proses manajemen investasi adalah menetapkan sasaran investasi. Sasaran yang ingin dicapai tergantung pada investor yang membuat keputusan tersebut. Misalnya , lembaga dana pensiun yang bertujuan untuk memperoleh dana untuk membayar dana pensiun nasabahnya di masa depan mungkin akan memilih investasi pada portofolio reksa dana. Sedangkan bagi institusi penyimpanan dana seperti bank misalnya, mempunyai tujuan untuk memperoleh return yang lebih tinggi di atas biaya investasi yang di keluarkan.  Halim (2005: 4) menjelaskan ada tiga hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan investasi yaitu: (1) tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return), (2) Tingkat risiko (rate of risk), (3) ketersediaan jumlah dana yang diinvestasikan. Apabila dana cukup tersedia, maka investor menginginkan pengembalian yang maksimal dengan risiko tertentu.

2.    Membuat Kebijakan Investasi
Langkah kedua dalam proses manajemen investasi adalah membuat pedoman kebijakan untuk memenuhi sasaran investasi. Hal utama yang harus diputuskan adalah keputusan alokasi asset/aktiva. Yaitu bagaimana sebaiknya dana investasi didistribusikan terhadap kelompok-kelompok aktiva utama yang ada. Kelompok aktiva utama umumnya meliputi saham, obligasi, real estat,ataupun sekuritas luar negeri.
Namun harus disadari bahwa ada banyak kendala untuk membuat kebijakan investasi. Kendala utama adalah dari klien dan peraturan yang ada.
a)      Dari klien, contohnya: klien ingin mempertahankan tingkat diversifikasi dan keamanan pada taraf tertentu, dan membatasi aktivitas aliran dana pada aktiva tertentu.
b)      Dari peraturan yang ada, misalnya pembatasan terhadap kelompok aktiva yang dapat diinvestasikan oleh intitusi keuangan. Selain itu ada juga kendala tentang persyaratan pembuatan laporan keuangan.
3.    Pemilihan strategi portofolio
Strategi portofolio dapat dibedakan menjadi strategi aktif dan pasif. Strategi portofolio aktif menggunakan informasi-informasi yang tersedia dan tehnik-tehnik peramalan untuk memperoleh kinerja yang lebih baik dibandingkan portofilio yang hanya dideversifikasikan secara luas.  Portofolio pasif adalah strategi yang melibatkan input ekspektasional minimal dan sebagai gantinya bergantung pada diversifikasi untuk mencocokkan kinerja dari beberapa indeks pasar. Asumsi starategi pasif ini adalah bahwa semua informasi yang tersedia  akan diserap pasar dan direfleksikan pada harga saham.
Dalam ruang lingkup obligasi, beberapa strategi yang dikelompokkan sebagai strategi portofolio terstruktur telah sering digunakan. Strategi portofolio terstruktur adalah suatu strategi dimana portofolio dirancang untuk dapat mencapai kinerja dari beberapa kewajiban yang harus dibayar.
Dari ketiga strategi diatas, manakah strategi yang terbaik yang harus dilakukan/dipilih? Jawabannya tergantung:
1. Pandangan klien atau manajer keuangan mengenai pasar yang efisien
2. Karaketristik dari kewajiban klien.
Kita harus juga melihat efisiensi harga pasar, yaitu tingkat kesulitan yang dibutuhkan menghasilkan pengembalian yang lebih besar dari pada manajemen pasif, setelah dilakukan penyesuaian antara resiko dengan strategi dan biaya transaksi dengan penerapan strategi.
4.    Pemilihan Aset
Proses ini membutuhkan evaluasi dari masing-masing sekuritas. Tujuan tahap ini adalah manajer investasi harus berusaha mencanangkan atau mencari kombinasi portofolio yang efisien (portofolio yang memberikan pengembalian yang diharapkan terbesar untuk tingkat risiko tertentu atau tingkat risiko terendah untuk tingkat pengembalian tertentu.
5.    Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja Portofolio
Langkah ini meliputi pengukuran kinerja portofolio dan selanjutnya mengevaluasi kinerja tersebut secara relative terhadap patok duka (bench-mark). Patok duga merupakan kinerja dari serangkaian sekuritas yang telah ditentukan, diperoleh untuk tujuan pebandingan. Proses benchmarking biasanya dilakukan terhadap indeks portofolio pasar, untuk  mengetahui seberapa baik kinerja portofolio yang telah ditentukan dibandingkan dengan kinerja portofolio lainnya (portofolio pasar).

D.      Pertimbangan Dalam Keputusan Investasi
     Seperti dibahas sebelumnya bahwa dalam Investasi; Pengertian Dasar, Jenis dan manfaat bahwa Suatu proyek investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang tidak menguntungkan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi :
a.       Aset Finansial
1.      Tingkat keuntungan dan tingkat risiko
Keputusan investasi merupakan keputusan atau pilihan atas suatu skenario tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) dan tingkat risiko (risk) yang siap ditanggung. Pemodal harus berhitung dengan cermat atas dua hal tersebut. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, pemodal harus siap menanggung risiko yang besar juga. Sebaliknya, semakin rendah risiko yang ditanggung, semakin rendah pula tingkat keuntungan yang dapat diharapkan.
2.      Jangka waktu investasi (time horizon)
     Jangka waktu investasi dapat menentukan perilaku investor dalam aktivitas investasinya. Jangka waktu investasi dapat membantu dalam menentukan berapa besar resiko yang dapat ditanggung. Pada umumnya, orang yang berinvestasi untuk jangka panjang menangung resiko yang lebih besar. Hal ini disebabkan investasi saham mengalami fluktuasi yang tinggi dari waktu ke waktu. Tetapi tingkat keuntungan rata-ratanya stabil untuk jangka panjang.
3.      Kenali karakter
     Umumnya karakter investor terbagi atas 3 yaitu (1) pengambil resiko (risk taker), (2) penghindar resiko (risk avoider) dan (3) netral. Karakter investasi akan berpengaruh terhadap perilaku dalam berinvestasi dan karakter tersebut menentukan strategi yang tepat dalam berinvestasi.
     Biasanya para pengambil resiko bersikap agresif dan spekulatif, sebaliknya para penghindar resiko cenderung menghindari berita atau surat kabar yang tidak jelas sumbernya (rumor) dan mereka selalu mempertimbangkan secara matang dan terencana dengan baik atas keputusan investasinya, sedangkan mereka yang masuk dalam kategori netral umumnya cukup fleksibel dan bersikap hati-hati (prudent) dalam mengambil keputusan.
4.      Pelajari keuangan
     Untuk kebanyakan orang, investasi di reksa dana hanyalah sebagian dari total aset. Jika investasi anda lebih banyak pada deposito berjangka, anda mungkin dapat mengambil resiko lebih besar untuk tingkat keuntungan yang lebih besar pula dari investasi pada reksa dana.
5.      Evaluasi kinerja keuangan
     Memilih reksa dana berdasarkan keuntungan yang tinggi. Data histories membuktikan bahwa reksa dana yang mempunyai kinerja bagus pada masa lalu tidak selalu memberikan kinerja sama pada masa yang akan datang. Kinerja masa lalu hanya menunjukkan bagaimana seseorang berinvestasi dapat mencapai tujuannya.
6.      Lakukan diversifikasi
     Salah satu untuk mencapai tingkat keuntungan yang baik secara konsisten adalah diversifikasi atau berinvestasi pada lebih dari satu reksa dana. Diversifikasi merupakan sebuah cara untuk mengendalikan resiko karena walaupun berinvestasi pada beberapa reksa dana beresiko tinggi, bila nilai salah satu investasi tersebut menurun, nilai investasinya yang lainnya mungkin naik.
a.      Aset Non Finansial
1.      Pajak penjualan
Setiap keuntungan atau pendapatan dari berbagai jenis investasi akan selalu dibebani oleh pajak. Demikian pula dengan investasi dalam bentuk properti. Pajak dari investasi properti baru dikenakan jika investor memperoleh keuntungan dari penjualan yang dimilikinya. Hal ini perlu dipertimbangkan karena pajak bisa sangat mempengaruhi keuntungan yang potensial untuk anda peroleh.
2.       Pendapatan tambahan.
Melakukan investasi di bidang properti menjadi sumber pendapatan tambahan. Bagi beberapa investor pendapatan yang bersumber pada investasi ini banyak dilakukan dengan cara menyewakan satu atau beberapa unit gedung apartemennya dimana mereka juga tinggal disana, pendapatan tersebut untuk membayar biaya pemeliharaan hak milik dan melunasi biaya balik nama. Ini adalah contoh dari penggunaan pendapatan yang berlebih dari para investor untuk memperoleh kekayaan.
3.      Investasi jangka panjang.
Hal ini menjadi sumber utama untuk memperoleh kekayaan. Sumber ini dapat dilihat dari lokasi yang strategis dan perawatan yang baik, real estate dapat dihargai dengan harga yang tinggi dalam jangka waktu yang relatif singkat.
4.      Pemecahan masalah dengan berinvestasi.
Dengan cara berinvestasi dengan membeli rumah atau apartemen untuk mendapatkan pendapatan lebih.
5.    Tenaga kerja keluarga.
Tenaga kerja anggota keluarga sering menjadi alasan utama oleh beberapa investor untuk memperoleh tenaga kerja tetap. Contohnya mengelola hotel, rumah makan, dan lain-lain adalah sering dimiliki dan dioperasikan oleh keluarga-keluarga utuh, masing-masing anggota bekerja untuk perekonomian mereka sendiri.


A.    Pengertian Pasar Modal
Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan securitas. Dengan demikian, pasar modal juga bisa di artikan sebagai pasar untuk memperjualbelikan securitas yang umumnya memiliki umur lebih dari setahun, seperti saham dan obligasi. Sedangkan tempat terjadinya jual beli sekuritas disebut dengan Bursa Efek. Oleh karena itu, bursa efek merupakan arti dari pasar modal secara fisik. Untuk kasus di indonesia terdapat satu bursa efek, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak tahun 2007, Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES), bergabung dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pasar modal juga berfungsi sebagai lembaga perantara. Fungsi ini menunjukkan peran penting pasar modal dalam menunjang perekonomian karena pasar modal dapat menghubungkan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang mempunyai kelebihan dana. Disamping itu, pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien, karena dengan adanya pasar modal maka pihak yang kelebihan dana dapat memilih alternatif investasi yang memberikan return yang paling optimal.
v  Pasar Perdana
      Pasar perdana terjadi pada saat perusahaan emiten menjual sekuritasnya kepada investor umum untuk pertama kalinya. Perusahaan sebelumnya mengeluarkan prospektus yang berisi informasi perusahaan secara detail. Prospektus berfungsi untuk memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan kepada para calon investor sehingga dengan adanya informasi tersebut, investor akan bisa mengetahui prospek perusahaan di masa datang, dan selanjutnya tertarik untuk membeli sekuritas yang diterbitkan emiten.
v  Pasar Sekunder
     Pasar sekunder merupakan tempat perdagangan atau jual-beli sekuritas oleh dan antar investor setelah sekuritas emiten dijual di pasar perdana.
Perdagangan di pasar sekunder dapat dilakukan di dua jenis pasar, yaitu:
o   Pasar lelang (auction market).
                        Pasar sekuritas yang melibatkan proses pelelangan (penawaran) pada sebuah lokasi fisik.
o  Pasar negosiasi (negotiated market).
                        Pasar negosiasi terdiri dari jaringan berbagai dealer yang menciptakan pasar tersendiri di luar lantai bursa bagi sekuritas, dengan cara membeli dari dan menjual ke investor. Pasar negosiasi juga sering disebut dengan istilah over the counter market (OTC) atau di Indonesia dikenal sebagai bursa paralel.

3.2 Instrumen Pasar Modal (Sekuritas)
Instrumen Pasar Modal dalam konteks praktis lebih banyak dikenal dengan sebutan Sekuritas. Sekuritas atau juga disebut Surat Berharga, merupakan asset financial yang menyatakan klaim keuangan. Undang-undang pasar modal No. 8 Tahun 1995 mendefinisikan efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. Sekuritas diperdagangkan di pasar finansial, yang terdiri dari pasar modal dan pasar uang.
Pasar uang pada dasarnya merupakan pasar untuk sekuritas jangka pendek baik yang dikeluarkan oleh bank dan perusahaan umumnya maupun pemerintah. Di pasar uang, sekuritas yang diperjualbelikan antara lain adalah sertifikat bank Indonesia (SBI), surat berharga pasar uang, commercial paper, promissory notes, call money, repurchase agreement, banker’s acceptance, surat perbendaharaan negara, dan lain-lain.
Pasar modal pada perinsipnya adalah pasar untuk sekuritas jangka panjang baik berbentuk hutang maupun ekuitas (modal sendiri) serta berbagai produk. Berbagai sekuritas jangka panjang yang saat ini diperdagangkan di pasar modal Indonesia antara lain adalah saham biasa dan saham preferen, obligasi perusahaan dan obligasi konversi negara, bukti rigth, warant, kontrak opsi, kontrak berjangka, dan reksa dana.


Sekuritas Di Pasar Modal Indonesia

3.3 Sekuritas di Pasar Ekuitas
            Sekuritas yang diperdagangkan di pasar bersifat ekuitas Indonesia adalah saham. Baik saham biasa maupun saham preferen serta bukti right dan waran. Dari keempat sekuritas ini, saham biasa merupakan sekuritas yang terpenting dan paling dikenal oleh masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, sebutan pasar ekuitas dimengerti sebagai pasar saham dan sebutan saham sering dimaksudkan sebagai saham biasa.
3.3.1 Saham biasa
saham biasa menyatakan kepemilikan suatu perusahaan. Saham biasa adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan. Apabila seorang investor memiliki 1 juta lembar saham biasa suatu perusahaan dari total saham biasa yang berjumlah 100 juta lembar, maka ia memiliki 1 persen perusahaan tersebut. Sebagai pemilik, pemegang saham biasa perusahaan mempunyai hak suara proporsional pada berbagai keputusan penting perusahaan antara lain pada persetujuan keputusan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).
o   Deviden
Pemegang saham biasa memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan. Apabila perusahaan menghasilkan laba, sebagian atau seluruh laba dapat dibagikan kepada pemiliknya yaitu pemegang saham sebagai dividen. Pada umumnya, dividen yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham adalah rupiah tunai yang disebut dividen tunai (cash dividend). Namun pembagian dan besarnya dividen tidaklah dijamin. Dari tahun ke tahun, besarnya rupiah dividen tunai yang dibagikan bisa berubah naik turun ataupun tetap dan bahkan juga bisa tidak dibagikan.
o   Deviden Saham
Dividen saham (stock dividend) adalah dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk saham baru sehingga meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham.

3.3.2         Saham bonus
Saham Bonus (bonus share) merupakan saham baru yang diberikan kepada pemegang saham dan berasal dari kapitalisasi agio saham. Bedanya adalah dividen saham berasal dari laba perusahaan.
Contoh:
Sebuah perusahaan membagikan dividen total Rp10 milyar kepada para pemegang saham. Banyaknya saham yang beredar adalah 1 milyar lembar saham biasa. Anggap Bapak Bambang memiliki 1 juta lembar saham, berapa rupiah Bapak Bambang menerima pembagian dividen ini?
Jawab:
Dividen per lembar saham adalah Rp10 milyar / 1 milyar saham = Rp10. Untuk setiap lembar saham yang dimilikinya, Bapak Bambang menerima Rp10 dari dividen yang dibagikan perusahaan. Karena Bapak Bambang memiliki 1 juta lembar saham, maka dia mendapat total Rp10 juta.
3.3.3        Saham preferen
Saham preferen (preferred stock) merupakan satu jenis sekuritas ekuitas yang berbeda dalam beberapa hal dengan saham biasa, dividen pada saham preferen biasanya dibayarkan dalam jumlah tetap dan tidak pernah berubah dari waktu ke waktu. Saham preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan (hybrid) antara saham biasa dan obligasi.
Di pasar modal Indonesia, saham preferen tidak populer. Ada hanya sedikit saham preferen yang diterbitkan perusahaan. Dari sedikit yang adapun, saham preferen jarang diperdagangkan antar investor. Perusahaan yang pernah menerbitkan saham preferen di bursa efek Indonesia relatif sedikit jumlahnya antara lain PT. Century Textile Industry Tbk dan PT. Mas Murni Indonesia Tbk.
3.3.4        Bukti Right
Bukti right atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) merupakan sekuritas yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru perusahaan pada harga yang telah ditetapkan selama periode tertentu.
Selama periode waktu terbatas yang disebut periode pelaksanaan, pemegang right berhak untuk membeli saham baru dengan membayar sejumlah dana kepada perusahaan melalui perusahaan efek pada suatu harga pelaksanaan (exercise price) yang telah ditentukan
Bukti right dapat diperjualbelikan antar investor seperti halnya sekuritas lainnya di bursa efek selama periode waktu perdagangan yang terbatas. Pelaksanaan hak pembelian saham baru oleh  investor yang memegang bukti right akan ditentukan oleh keuntungan atau kerugian yang akan ditimbulkannya. Dengan kata lain, bagaimana investor menghitung keuntungan atau kerugian dari perdagangan bukti right?
Sebagai contoh, anggap seorang investor membeli bukti right PT Ricky Putra Globalindo pada harga  Rp100 per lembar di BEI. Selanjutnya selama periode pelaksanaan, harga saham Ricky Putra Globalindo mencapai Rp675 per lembar.   Apabila investor tersebut melaksanakan pembelian saham Ricky Putra Globalindo, maka dia akan memperoleh keuntungan sebesar Rp75 per lembar saham hanya dalam beberapa hari saja.  Rp75 = harga saham Rp675 – (harga pelaksanaan Rp500 + harga bukti right Rp100).
3.3.5        Waran
Waran (warrant) adalah hak untuk membeli saham pada waktu dan harga yang sudah ditentukan sebelumnya. Berbeda dengan right issue, waran biasanya dijual bersamaan dengan sekuritas lain misalnya obligasi atau saham. Selain itu, periode perdagangan waran adalah jangka panjang, umumnya antara 3 sampai dengan 5 tahun.


3.4  Sekuritas Di Pasar Obligasi
Sekuritas yang diperdagangkan di pasar obligasi Indonesia adalah obligasi perusahaan, obligasi negara, dan obligasi konversi. Obligasi (bond) dikeluarkan penerbitnya sebagai surat tanda bukti hutang. Obligasi adalah sekuritas yang memuat janji untuk memberikan pembayaran tetap menurut jadwal yang telah ditetapkan. Sebutan obligasi semakin dikenal dengan istilah sekuritas pendapatan tetap (fixed income securities).
ü  Jenis Obligasi
Obligasi dapat dibedakan menurut siapa penerbitnya, yaitu:
1.      Obligasi negara (government bond), adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Di Amerika, obligasi negara seperti ini disebut treasury bonds (T-Bonds).
2.      Obligasi perusahaan atau obligasi korporasi (corporate bond), adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan baik perusahaan swasta maupun perusahaan negara (BUMN).
ü  Karakteristik Obligasi
1.      Nilai nominal (nominal value atau face value) atau nilai pari (par value).
§  Besarnya nilai rupiah obligasi yang diterbitkan.
2.      Kupon (coupon).
§  Kupon merupakan bunga yang dibayar secara reguler oleh penerbit obligasi kepada pemegangnya. Kupon obligasi ditetapkan dalam persentase tahunan dari nilai nominal dan dibayarkan pada interval waktu tertentu.
3.       Jatuh tempo (maturity).
§  Jatuh tempo merupakan tanggal ketika pemegangnya akan menerima uang pokok pinjaman yang jumlahnya sebesar nilai nominalnya.
4.      Setelah diterbitkan, obligasi dapat diperjualbelikan sampai sebelum jatuh tempo antar investor di bursa efek pada harga pasar yang bisa berbeda dari nilai nominalnya.
5.      Faktor penting bagi investor sebelum berinvestasi di obligasi adalah mengenal penerbit dan seluk-beluk obligasi yang diterbitkannya.
6.      Hal itu perlu dilakukan untuk menaksir besarnya risiko khususnya risiko gagal bayar (default) yang mungkin dapat dialami investor di masa mendatang.
Soal:
Ibu Niken membeli sebuah obligasi yang baru saja diterbitkan oleh pemerintah dengan nilai nominal Rp100 juta dan kupon 10 persen dibayar setengah tahunan. Ibu Niken terus memegang obligasi ini sampai jatuh tempo pada 3 tahun mendatang.
¡  Berapa banyaknya pembayaran bunga kupon dan kapan dibayarkan?
¡  Berapa kali kupon seharusnya dibayarkan sampai jatuh tempo?
¡  Selain kupon, arus kas apalagi yang akan diterima pemegang obligasi ini?
Jawab:
Ibu Niken sebagai pemegang obligasi akan menerima Rp10 untuk setiap Rp100 dari nilai nominal sebagai pembayaran bunga kupon, atau sebesar Rp500.000 tiap setengah tahun. Bunga kupon seharusnya diterima sebanyak 6 kali, yaitu setiap setengah tahun, sampai jatuh tempo di akhir tahun ketiga. Pada waktu jatuh tempo di akhir tahun ketiga, Ibu Niken juga akan menerima pelunasan pokok pinjaman atau nilai nominal sebesar Rp1 juta
ü  Obligasi Konversi
Obligasi konversi merupakan obligasi yang dapat ditukar dengan saham biasa. Obligasi konversi mencantumkan persyaratan untuk melakukan konversi. Misalnya setiap obligasi konversi bisa  dikonversi menjadi 3 lembar saham biasa mulai tanggal tertentu sampai dengan tanggal jatuh tempo.

3.5  Sekuritas Di Pasar Derivatif
Sekuritas derivatif (turunan) adalah aset finansial yang diturunkan dari saham dan obligasi, dan bukan dikeluarkan perusahaan atau pemerintah untuk mendapatkan dana. Ada dua jenis yang penting dari sekuritas derivatif, yaitu:
¡   Kontrak Berjangka (Future Contract)
Kontrak berjangka merupakan suatu perjanjian yang dibuat hari ini yang mengharuskan adanya transaksi di masa mendatang. Ada dua jenis kontrak berjangka:
o    Kontrak berjangka komoditas menggunakan underlying asset yang merupakan aset riil berupa barang-barang pertanian dan sumber daya alam.
o    Kontrak berjangka finansial menggunakan underlying asset (atau dikenal dengan sebutan variabel pokok) yang merupakan efek seperti saham atau indeks saham.
¡   Kontrak Opsi (Option Contract).
Kontrak opsi adalah suatu perjanjian yang memberi pemiliknya hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual suatu aset tertentu (tergantung pada jenis opsi) pada harga tertentu selama waktu tertentu.
o    Pemilik call option mempunyai hak untuk membeli aset induk atau aset acuan (underlying asset) pada harga tetap selama waktu tertentu.
o    Pemilik put option mempunyai hak untuk menjual aset induk pada harga tetap selama waktu tertentu.


Referensi:
Buku: Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi.
Pengarang: Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA, CWM
Penerbit: KANISIUS





You May Also Like

2 komentar

  1. Cari Tiket Pesawat Online Super Cepat dan murah??
    http://selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di http://agenselltiket.com

    Info lebih lanjut hubungi:
    No handphone : 085364558922
    PIN : FBSID007

    BalasHapus
  2. Cari Tiket Pesawat Online Super Cepat dan murah??
    http://selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di http://agenselltiket.com

    Info lebih lanjut hubungi:
    No handphone : 085364558922
    PIN : FBSID007

    BalasHapus