Makalah Ilmu Alam Dasar Alat Pembasmi Kanker Payudara dan Otak
MAKALAH
ILMU
ALAM DASAR
ALAT
PEMBASMI KANKER PAYUDARA DAN OTAK
DOSEN PEMBIMBING :
OLEH :
TAKDIR RIZKI AGUSTIAN
( 118 694 256 )
S1 AKUNTANSI 2011 BB
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
TAHUN AJARAN 2012
KATA PENGANTAR
Pertama – tama marilah kita panjatkan puji syukur atas
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita
semua. Tak lupa pula salawat serta salam kita hantarkan kepada junjungan kita
Nabi Muhammad SAW yang telah merangkul kita dari alam Jahiliyah menuju alam
Islamiyah kini.
Tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada Dosen
Pembimbing Mata Kuliah Ilmu Alam Dasar yang senantiasa membimbing saya sehingga
makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
Saya sebagai penulis mengangkat sebuah judul “ ALAT
PEMBASMI KANKER PAYUDARA DAN OTAK “ sebuah judul yang akan menjelaskan tentang
sebuah alat yang yang diciptakan oleh seorang ilmuan Indonesia.
Saya
menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna dan perlu perbaikan. Dengan
semangat amar makruf dan upaya meningkatkan ilmu pengetahuan, Saya senantiasa
mengharapkan kontribusi pemikiran dan saran perbaikan demi kelengkapan dan
kesempurnaan makalah ini. Semoga dapat memberi manfaat dan hanya kepada Allah
SWT saya memohon agar meridhoi segala upaya kita bersama, amin ya rabbal
‘alamin.
Wassalam. Surabaya,
16 Maret 2012
DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………
Daftar Isi……………………………………………………………………………………….
Bab I Pendahuluan……………………………………………………………………………..
A. Latar Belakang…………………………………………………………………………
B. Rumusan Masalah……………………………………………………………………...
C. Tujuan………………………………………………………………………………….
D. Metode Pengumpulan Data…………………………………………………………….
Bab II Pembahasan……………………………………………………………………………...
A. Ilmuan Yang Menciptakan Alat Pembasmi Kanker Payudara Dan
Otak……………...
B. Alat Pembasmi Kanker Payudara Dan Otak…………………………………………...
C. Penggunaa Dan Cara Kerja Alat Pembasmi Kanker Payudara
Dan Otak……………..
Bab III Penutup…………………………………………………………………………………
Kesimpulan……………………………………………………………………………..
Daftra Pustaka…………………………………………………………………………………..
Bab I Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Seiring dengan berjalannya zaman maka disitulah kita
menemui berbagai macam perkembangan, baik ilmu pengetahuan, teknologi, maupun
penemuan – penemuan lainnya. Dari masa ke masa baik itu ilmu pengetahuan,
teknologi, dan penemuan – penemuan lainnya selalu mengalami perubahan ataupun
perkembangan.
Kanker merupakan penyakit yang ditakutkan oleh manusia karena
sulit untuk disembuhkan. Telah banyak para penderita kanker yang mengeluarkan
uang dengan jumlah yang cukup besar untuk melakukan berbagai macam cara untuk
menyembuhkan penyakit mereka, namun kanker mereka tidak juga hilang ataupun
sembuh.
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi Dr. Warsito P. Taruno seorang ilmuan asal Indonesia mampu menciptakan
sebuah alat pembasmi kanker payudara dan kanker otak. Dunia patut bangga
terhadap Dr. Warsito P. Taruno karena atas penemuannya yang luar biasa.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka timbul
permasalahan yang merupakan titik fokus akan penyelesaian makalah ini yang
dirumuskan sebagai berikut :
1.
Bagaimana
proses terciptanya alat pembasmi kanker payudara dan otak ?
2.
Bagaimana
cara kerja alat tersebut menyembuhkan penyakit kanker payudara dan otak ?
C.
Tujuan
Saya sebagai penulis mengangkat sebuah judul “ Alat
Pembasmi Kanker Payudara Dan Otak ”. Bertujuan agar pembaca dapat mengetahui
bahwa telah diciptakan sebuah alat pembasmi kanker payudara dan otak serta
proses terciptanya alat tersebut.
Selain itu pembaca juga dapat mengetahui bagaimana
besarnya peranan alat tersebut terhadap kegiatan medis dalam menyembuhkan
penyakit kanker.
D.
Metode
Pengumpulan Data
Metode yang saya gunakan dalam menyelesaikan masalah ini
sangatlah sederhana, di mana cara saya memecahkan masalah tersebut hanya
berdasarkan pencarian data dan informasi melalui beberapa referensi.
Bab II Pembahasan
A. Ilmuan Yang Menciptakan Alat Pembasmi
Kanker Payudara Dan Otak
Semula, Dr. Warsito
P. Taruno merupakan salah seorang peneliti Indonesia yang berkarir di Shizuoka
University, Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, reputasinya sebagai peneliti
cukup diperhitungkan. Di kampus tersebut, pria 54 tahun itu juga menjadi salah
seorang dosen. Selama berada di Jepang, hidup Warsito lebih dari cukup.
Apalagi, pemerintah di sana sangat memperhatikan dan menghargai para peneliti.
Tapi, itu semua
tak menghalangi tekad Warsito untuk pulang kampung. Dr. Warsito P. Taruno
lantas merintis pendirian Ctech Labs ( Center for Tomography Research
Laboratory ) Edwar Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan.
Lama-kelamaan, lembaga tersebut berkembang pesat, meski berkantor di ruko di kawasan perumahan Modernland, Tangerang. Sejumlah sistem dan alat berhasil diciptakan Warsito dan kini menjadi incaran dunia internasional.
Lama-kelamaan, lembaga tersebut berkembang pesat, meski berkantor di ruko di kawasan perumahan Modernland, Tangerang. Sejumlah sistem dan alat berhasil diciptakan Warsito dan kini menjadi incaran dunia internasional.
B. Alat Pembasmi Kanker Payudara Dan Otak
Kini Dr.
Warsito P. Taruno dan timnya tengah mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan
kanker payudara. Alat tersebut berupa teknologi pemindai atau tomografi
kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis ( Electrical Capacitance
Volume Tomography/ECVT ).
Dengan alat
berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan
listrik statis, Dr. Warsito P. Taruno yang asli Karanganyar itu menciptakan
empat perangkat pembasmi kanker payudara dan kanker otak.
Perangkat itu terdiri atas :
1.
Brain Activity Scanner
2.
Breast Activity Scanner
3.
Brain Cancer Electro Capacitive Therapy
4.
Breast
Canser Elektro Capacitive Therapy
Brain Activity
Scanner dibuat oleh Dr. Warsito P. Taruno sejak Juni 2010. Alat tersebut
berfungsi mempelajari aktivitas otak manusia secara tiga dimensi. Bentuk alat
tersebut mirip dengan sebuah helm, dimana terdapat puluhan lubang connector
yang dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi yang tersambung dengan
sebuah komputer.
Alat itu dapat
mendeteksi ada tidaknya sel kanker di otak. Dengan alat tersebut, juga dapat diketahui
maupun dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita oleh pasien.
Sementara itu, Breast
Activity Scanner diciptakan pada September lalu. Sedikit banyak, dua alat itu
memiliki kesamaan, yakni mendeteksi adanya sel kanker di tubuh.
Selain dua alat tersebut, Dr. Warsito P. Taruno juga melengkapinya dengan membuat Brain Cancer Electro Capacitive Therapy dan Breast Cancer Electro Capacitive Therapy. Dua alat itu berbasis gelombang listrik statis dengan tenaga baterai. Dua alat tersebut terbukti dapat membunuh sel kanker hingga tuntas hanya dalam waktu dua bulan.
Warsito telah membuktikan keampuhan alat ciptaannya kepada kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV. Terdorong oleh kondisi kakaknya, Suwarni, alumnus Jurusan Teknik Kimia Shizuoka University, Jepang, tersebut menciptakan breast cancer electro capacitive therapy yang berbasis listrik statis.
Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada itu terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. Alat tersebut sengaja dibuat mirip dengan penutup dada agar mudah digunakan.
Selain dua alat tersebut, Dr. Warsito P. Taruno juga melengkapinya dengan membuat Brain Cancer Electro Capacitive Therapy dan Breast Cancer Electro Capacitive Therapy. Dua alat itu berbasis gelombang listrik statis dengan tenaga baterai. Dua alat tersebut terbukti dapat membunuh sel kanker hingga tuntas hanya dalam waktu dua bulan.
Warsito telah membuktikan keampuhan alat ciptaannya kepada kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV. Terdorong oleh kondisi kakaknya, Suwarni, alumnus Jurusan Teknik Kimia Shizuoka University, Jepang, tersebut menciptakan breast cancer electro capacitive therapy yang berbasis listrik statis.
Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada itu terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. Alat tersebut sengaja dibuat mirip dengan penutup dada agar mudah digunakan.
C. Penggunaan
Dan Cara Kerja Alat Pembasmi Kanker Payudara Dan Otak
Dr. Warsito P.
Taruno pun mengenakan alat temuannya tersebut kepada kakaknya selama sebulan.
Penutup dada tersebut harus dipakai selama 24 jam. Pada minggu pertama,
terlihat efek samping dari alat itu. Namun, efek tersebut tidak sampai menyiksa
seperti proses kemoterapi. Hanya, keringat penderita yang menggunakan alat
tersebut berlendir dan sangat bau. Urine dan fesesnya (kotoran) pun berbau
lebih busuk. Menurut Dr. Warsito, hal tersebut menandakan bahwa sel kankernya
tengah dikeluarkan.
"Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine, keringat, dan feses. Tetapi, si penderita tidak merasakan sakit, hanya gerah.
Temuan Dr. Warsito P. Taruno itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker. Sebulan kemudian, sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.
Untuk Brain Cancer Electro Capacitive Therapy, Dr. Warsito mencoba mengenakannya kepada seorang pemuda berusia 21 tahun yang menderita penyakit kanker otak stadium lanjut. Bahan dasar yang digunakan mirip dengan Breast Cancer Electro Capacitive Therapy. Namun, bentuknya disesuaikan dengan bentuk kepala menyerupai pelindung kepala.
Serupa dengan metode yang diterapkan kepada sang kakak, Dr. Warsito P. Taruno mengenakan alat tersebut kepada pemuda itu selama sebulan pada September lalu. Karena alat itu dipakai pada kepala, pasien akan merasakan gerah pada bagian kepala.
Pada tiga hari awal pemakaian alat tersebut, tingkat emosi pasien akan meningkat. Lalu muncul gejala-gejala keringat berlendir hingga feses yang baunya lebih nggak enak.
Dr. Warsito P. Taruno menceritakan, awalnya pemuda tersebut mengalami lumpuh total. Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur, bahkan tidak mampu menelan makanan. Sel kanker telah menyebar di area pangkal otak penderita itu. Namun, setelah seminggu pemakaian alat tersebut, kini pemuda itu sudah bisa bangun dari tempat tidur.
Setelah dua bulan pemakaian alat tersebut, pemuda itu sudah dinyatakan sembuh total.
"Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine, keringat, dan feses. Tetapi, si penderita tidak merasakan sakit, hanya gerah.
Temuan Dr. Warsito P. Taruno itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker. Sebulan kemudian, sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.
Untuk Brain Cancer Electro Capacitive Therapy, Dr. Warsito mencoba mengenakannya kepada seorang pemuda berusia 21 tahun yang menderita penyakit kanker otak stadium lanjut. Bahan dasar yang digunakan mirip dengan Breast Cancer Electro Capacitive Therapy. Namun, bentuknya disesuaikan dengan bentuk kepala menyerupai pelindung kepala.
Serupa dengan metode yang diterapkan kepada sang kakak, Dr. Warsito P. Taruno mengenakan alat tersebut kepada pemuda itu selama sebulan pada September lalu. Karena alat itu dipakai pada kepala, pasien akan merasakan gerah pada bagian kepala.
Pada tiga hari awal pemakaian alat tersebut, tingkat emosi pasien akan meningkat. Lalu muncul gejala-gejala keringat berlendir hingga feses yang baunya lebih nggak enak.
Dr. Warsito P. Taruno menceritakan, awalnya pemuda tersebut mengalami lumpuh total. Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur, bahkan tidak mampu menelan makanan. Sel kanker telah menyebar di area pangkal otak penderita itu. Namun, setelah seminggu pemakaian alat tersebut, kini pemuda itu sudah bisa bangun dari tempat tidur.
Setelah dua bulan pemakaian alat tersebut, pemuda itu sudah dinyatakan sembuh total.
Setelah keberhasilan
dua pasien itu, kini Dr. Warsito P. Taruno menerima banyak pesanan. Bahkan,
jumlahnya mencapai ratusan. Saat pesanan membeludak, para staf Dr. Warsito P.
Taruno terpaksa bekerja ekstrakeras hingga larut malam. Sebab, setiap penderita
tidak dapat menggunakan alat yang sama. Oleh karena itu, ukuran alat tersebut
harus disesuaikan dengan pasien agar pada saat digunakan pasien merasa nyaman.
Karena masih tergolong riset, harga alat terapi itu tergolong sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 1 juta. Saat ini alat pembasmi kanker tersebut telah didaftarkan di Kementerian Kesehatan untuk mendapat izin edar. Jika sudah ada izin, alat itu bisa segera digunakan oleh masyarakat luas.
Karena masih tergolong riset, harga alat terapi itu tergolong sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 1 juta. Saat ini alat pembasmi kanker tersebut telah didaftarkan di Kementerian Kesehatan untuk mendapat izin edar. Jika sudah ada izin, alat itu bisa segera digunakan oleh masyarakat luas.
Keberhasilan Dr.
Warsito P. Taruno tersebut ternyata juga menjadi perhatian dunia internasional.
Salah satu di antaranya adalah The University of King Abdulaziz, Saudi Arabia.
Universitas yang berlokasi di kota Jeddah itu sudah memesan alat tersebut.
Bab III Penutup
Kesimpulan
Kini para penderita kanker payudara dan otak tidak perlu
khawatir lagi terhadap penyembuhan penyakit mereka, karena kini telah
diciptakannya sebuah alat pembasmi kanker payudara dan otak hasil penemuan
seorang ilmuan asal Indonesia yakni Dr. Warsito P. Taruno.
Alat tersebut
berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan
listrik statis ( Electrical Capacitance Volume Tomography/ECVT ).
Dengan alat
berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan
listrik statis, Dr. Warsito P. Taruno yang asli Karanganyar itu menciptakan
empat perangkat pembasmi kanker payudara dan kanker otak.
Perangkat itu
terdiri atas :
1.
Brain Activity Scanner
2.
Breast Activity Scanner
3.
Brain Cancer Electro Capacitive Therapy
4.
Breast
Canser Elektro Capacitive Therapy
Alat tersebut memiliki dua macam bentuk. Yang pertama,
untuk penderita kanker payudara alat tersebut dibuat mirip dengan penutup
dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada itu
terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. Alat tersebut sengaja
dibuat mirip dengan penutup dada agar mudah digunakan. Dan yang kedua, untuk
penderita kanker otak alat tersebut mirip dengan sebuah helm, dimana terdapat
puluhan lubang connector yang dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi
yang tersambung dengan sebuah komputer.
Alat itu dapat
mendeteksi ada tidaknya sel kanker di otak. Dengan alat tersebut, juga dapat
diketahui maupun dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita oleh
pasien.
Daftar
Pustaka




0 komentar