wawasan nusantara
WAWASAN
NUSANTARA
MALAYSIA MENJIPLAK BUDAYA INDONESIA
Oleh : Takdir Rizki Agustian
Akhir-akhir ini kita sering mendengar,
membaca, maupun menonton berita baik di media cetak maupun di media elektronik
bahwa Malaysia, yaitu sebuah negara tetangga yang menjiplak bahkan mengklaim
bahwa budaya Indonesia adalah budayanya.
Budaya-budaya yang diklaim seperti : kesenian
Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayange, alat musik angklung, kain batik, dan Tari
Pendet dari Bali bahkan lagu terang bulan dijadikan lagu kebangsaan Malaysia
Alat musik angklung sudah jauh dijiplak sebelumnya oleh Malaysia dan kesenian
Reog Ponorogo. Tapi pemerintah Indonesia belum bertindak tegas.
Kemudian yang baru-baru ini adalah kain batik
dan Tari Pendet yang diklaim oleh Malaysia sebagai budayanya. Hal ini memicu
kemarahan warga Indonesia khususnya yang ada di Bali karena budaya atau pun
tradisinya dijiplak oleh negara lain. Indonesia baru mengetahui setelah melihat
iklan wisata yang ditayangkan oleh televisi swasta yang ada di Malaysia.
Sedangkan lagu Terang Bulan dianggap lumrah karena Sumatera memang dekat dengan
Malaysia. Oleh karena itu, budayanya juga hampir sama.
Alhamdulillah, akhirnya pemerintah mau
mengusut sampai tuntas masalah ini. Setelah dikonfirmasi oleh pemerintah
Indonesia, pemerintah Malaysia berspekulasi tidak mengetahui bahwa budaya
Indonesia diklaim oleh mereka, karena yang menyiarkannya adalah TV swasta.
Walaupun demikian pemerintah Malaysia mengambil langkah damai dan
bermusyawarah. Akhirnya Malaysia meminta maaf atas kesalahan yang diperbuatnya.
Sekarang, budaya Indonesia seperti angklung dan sebagainya sudah dipatenkan dan
diakui oleh dunia. Ternyata ada hikmahnya juga Malaysia menjiplak budaya
Indonesia.
Dengan
kejadian tersebut diharapkan dapat memberikan pelajaran bagi bangsa Indonesia
sehingga dapat menjaga dan mencintai
budayanya sendiri. Tanpa adanya kejadian tersebut mungkin saja kini bangsa
Indonesia sudah melupakan kebudayaan yang telah diciptakan nenek moyang bangsa
ini.



0 komentar