Makalah Biologi Cara Menangani Patah Tulang

by - Mei 15, 2016



Guru Pembimbing :
Siti Hawa ,S.Pd.


Di susun oleh  :
                                                 Takdir Rizki Agustian
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMAN 1 WOHA
TAHUN AJARAN 2010


KATA PENGANTAR
Pertama – tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Tak lupa pula salawat serta salam kita hantarkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah merangkul kita dari alam Jahiliyah menuju alam Islamiyah kini.
Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Pembimbing yaitu ibu Siti Hawa,S.Pd. yang senantiasa membimbing saya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
Saya sebagai penulis mengangkat sebuah judul “CARA MENANGANI PATAH TULANG“ sebuah judul yang akan mengungkap bagaimana kondisi masyarakat kita saat ini.
Bertolak dari sinilah saya sangat membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak, di waktu yang akan datang penulis dapat menulis karya tulis yang lebih baik lagi. Mudah - mudah – mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca.
Wassalam.
                                                         
Bima , 3 Juli 2010





DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................ v
Daftar Isi....................................................................... vi
Bab I Pendahuluan....................................................... 1
A.  Latar Belakang..................................................... 2
B.  Rumusan Masalah............................................... 3
C. Tujuan.................................................................. 4
D. Metode Pengumpuan Data.................................. 5
Bab II Pembahasan...................................................... 6
A.  Definisi dan Jenis Patah Tulang......................... 7
B.  Sebab – sebab Terjadinya Patah Tulang............ 8
C. Cara Mengatasi Patah Tulang............................ 9
Bab III Penutup............................................................ 10
A.  Kesimpulan.......................................................... 11
B.  Saran – saran....................................................... 12
Daftar Pustaka............................................................. 13







Bab I Pendahuluan
A.Latar Belakang
Kesehatan memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Disetiap lingkungan yang sehat mampu menciptakan kondisi yang kondusif bagi penikmatnya sehingga jiwa dan raga dapat merasakan nikmatnya dan segarnya lingkungan yang sehat. Setiap hari kita dapat menyaksikan banyak orang yang terbujur tak berdaya di rumah sakit. Mereka tidak mampu melakukan aktivitas, bahkan dari segi material biaya yang telah banyak di keluarkan untuk memperoleh kesembuhan ini. Disinilah kita dapat mengkomparasi, betapa kesehatan itu sangatlah mahal.
Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya patah tulang pada tubuh kita, salah satu faktor yang sangat fundamental, yaitu di timbulkan oleh kecelakaan.
Keadaan jalan yang baik dan teratur akan menciptakan kondisi yang baik bagi pengendara. Untuk menjaganya di perlukan usaha keras dan komitmen bersama antar anggota masyarakat untuk mencegah efek negatif dari kebiasaan manusia yang saat berkendaraan.
Kita kembali teringat pada sebuah pepatah” Prevention is Better Than Cure” Pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Di sinilah yang menjadi basis, sehingga di harapkan berbagai kecelekaan yang akan menjadikan diri kita celaka dapat kita cegah.



B.Rumusan Masalah
       Berdasarkan latar belakang tersebut maka timbul permasalahan yang merupakan titik fokus akan penyelesaian makalah ini yang di rumuskan sebagai berikut :
1.   Apakah patah tulang itu?
2.   Apa penyebab terjadinya patah tulang?
3.   Bagaimanakah bentuk patah tulang?
4.   Apa dampak dari patah tulang?
5.   Bagaimanakah cara untuk menangani patah tulang?

C.Tujuan
       Saya sebagai penulis mengangkat judul Cara menangani patah tulang. Bertujuan agar pembaca dapat mengetahui pentingnya menjaga kesehatan tubuh dalam beraktivitas.
          Selain itu pembaca juga dapat mengetahui bagaimana cara menangani patah tulang.

D.Metode Pengumpulan Data
          Metode yang saya gunakan dalam menyelasaikan masalah ini, sangatlah sederhana di mana cara saya memecahkan rumusan masalah tersebut hanya berdasarkan pencarian data dan informasi melalui beberapa refereasi.
          Kemudian saya melakukan kajian pustaka terhadap refereasi tersebut dengan mengambil inti sari yang berkaitan dengan rumusan masalah tersebut lalu saya susun secara sistematis dalam tulisan ini.

Bab II Pembahasan
A.Definisi dan Jenis Patah Tulang
Patah Tulang (fraktur) adalah retaknya tulang, biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya.
          Jenis patah tulang:
1.       Patah tulang tertutup (patah tulang simplek).
Tulang yang patah tidak tampak dari luar.
2.       Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk).
Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan.
Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi.
3.       Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan).
Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang.
Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh karena osteoporosis.
4.       Patah tulang karena tergilas.
Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi beberapa pecahan tulang.
Jika aliran darah ke bagian tulang yang terkena mengalami gangguan, maka penyembuhannya akan berjalan sangat lambat.
5.       Patah tulang avulsi.
disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut melekat.
Paling sering terjadi pada bahu dan lutut, tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit.
6.       Patah tulang patologis.
Terjadi jika sebuah tumor (biasanya kanker) telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.
Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cedera ringan atau bahkan tanpa cedera sama sekali. 

B.Sebab – sebab Terjadinya Patah Tulang
       Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti kecelakan mobil, olah raga atau karena jatuh.
          Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang.
          Jenis dan beratnya patah tulang dipengaruhi oleh:
- Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang
- Usia penderita
- Kelenturan tulang
- Jenis tulang.
          Dengan tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang.
          GEJALA
Nyeri biasanya merupakan gejala yang sangat nyata.
Nyeri bisa sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk, apalagi jika tulang yang terkena digerakkan.
Menyentuh daerah di sekitar patah tulang juga bisa menimbulkan nyeri.
          Alat gerak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita tidak dapat menggerakkan lengannya, berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan tangannya.
          Darah bisa merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cedera.

Patah tulang akibat tulang keropos merupakan penyebab fatal kematian dan kelumpuhan, dapat terjadi pada siapa saja, tua atau muda. Di Indonesia menurut data Puslitbang Gizi Depkes RI tahun 2000, 1 dari 5 orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis.

Osteoporosis terjadi karena berbagai sebab, ada yang bisa dihindari tapi ada juga yang tidak. Faktor penyebab yang tak bisa dihindari antara lain:

1.     Keturunan. Bila dari garis keturunan memang ada osteoporosis (missal bungkuk), maka risiko Anda terkena keropos tulang kian besar.
2.     Usia. Setelah usia 35 tahun kepadatan tulang akan berkurang secara alami
3.     Hormon. Setelah berhentinya haid, perempuan lebih rentan terhadap osteoporosis karena terjadi perubahan normonal yang dapat menurunkan drastis kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium
4.     Jenis kelamin. Perempuan lebih rentan terkena osteoporosis ketimbang pria
5.     Postur. Tubuh mungil atau kurus lebih rentan terkena osteoporosis ketimbang mereka yang berpostur gemuk atau besar
Faktor penyebab osteoporosis yang dapat diperbaiki adalah:

1.     Kekurangan asupan kalsium dalam menu makanan sehari-hari
2.     Kekurangan vitamin D dalam menu makanan serta jarang terekna sinar matahari
3.     Malas olah raga dan kurang aktivitas fisik
4.     Konsumsi minuman beralkohol , kafein dan soda dan makanan asingaram yang berlebihan
5.     Penggunaan obat mengandung steroid (pada penderita asma dan batu ginjal) yang menghambat penyerapan kalsium

D.Cara Mengatasi Patah Tulang

       Menangani Patah Tulang dengan Cakar Ayam

Yadi anak berumur 17 tahun, tiba tiba jatuh dari pohon dan mengalami patah tulang pada lengan kirinya, tetapi kulitnya tidak terluka. Tetangganya, membalutnya dengan kulit batang randu yang baru saja dikelupas.
Dua hari kemudian anak tersebut berobat ke Rumah Sakit terdekat. ''Siapa yang menyuruh membungkus dengan kulit pohon randu?'', tanya dokter. ''Tetangga saya'', jawab Yadi. ''Tepat sekali itu dan untung kamu tidak terlambat datang kemari. Kalau terlambat bisa jadi tulangnya tak dapat dikembalikan dan diluruskan lagi'', kata dokter itu lagi. ''Sekarang aku gibs, tiga bulan jangan dibuka. Tetapi tulangnya ditarik dulu supaya mapan letaknya'', katanya pula. Namun dokter tersebut tidak menjelaskan apa yang terkandung dalam lendir yang terdapat pada bagian dalam kulit randu itu.
Di Sukabumi (desa Cimande), di Bekasi, dan dibeberapa daerah banyak ahli urut yang konon bisa menyembuhkan kembali patah tulang, terutama kalau tidak luka (kulitnya tidak robek). Obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati patah tulang, diantaranya tumbuhan-tumbuhan cakar ayam, kompri, brobosan kebo dan singgugu.
Tumbuhan Cakar Ayam
Tumbuhan cakar ayam atau Selaginella doederleinii Hieron juga disebut rumput solo atau kipas gunung. Dinamakan cakar ayam, karena tumbuhan paku-pakuan ini daunnya tersusun di kiri dan kanan batang induk sampai percabangannya sehingga menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.
Untuk mengobati tulang yang patah, semua bagian tumbuhan (herba) cakar ayam kering 30 gram direbus. Lalu airnya diminum.
Selain itu herba cakar ayam yang segar dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Kemudian ditempelkan pada bagian tulang yang patah. Lalu dibalut. Diganti tiga kali dalam sehari. Cakar ayam juga dapat untuk mengobati kanker, sakit tenggorokan, hepatitis, dan lain - lain.
Tumbuhan Kompri
Bahan yang lain untuk mengobati tulang yang patah adalah tumbuhan kompri atau komring yang dalam bahasa latinnya disebut Symphythum officinale. Tanaman ini tumbuh di tanah berumput basah. Kadang-kadang ada yang menanamnya di pot. Tumbuhan berbatang semu daun tunggal bulat telur, pelepah tumbuh berseling. Bunga putih kekuningan berbentuk corong. Daun yang muda bisa untuk sayuran.
Untuk mengobati patah tulang (fraktur), atau luka terpotong atau luka baru, ambil akar kompri segar secukupnya lalu ditumbuk halus. Kemudian dibobokkan pada bagian tulang yang patah atau luka terpotong, terus dibalut. Ganti dua kali sehari. Kompri juga dapat digunakan untuk mengobati payu dara yang bengkak, menghentikan perdarahan, dan rematik.
Brobosan Kebo
Tumbuhan lain untuk mengatasi patah tulang adalah brobosan kebo nama latinnya Sambucus javanica Reinw. Orang Sunda menyebutnya kerak nasi (intip). Ada pula yang menamakannya sangitan. Tumbuhan ini asli dari Indonesia, hidup diantara semak dan rerumputan, di pagar, tetapi ada pula yang ditanam sebagai penghias halaman.
Tingginya bisa mencapai 4 m. Batang bulat berkayu dengan percabangan banyak. Semua bagian tumbuhan (herba) dapat digunakan sebagai obat. Yang untuk mengobati patah tulang adalah akarnya yang sudah dikeringkan. Cuci 20 gram akar brobosan kebo yang kering, lalu dipotong-potong. Tambahkan air putih 400 cc dan arak putih 2 sloki, lalu rebus sampai airnya tinggal separo. Tambahkan 30 gram gula pasir sambil diaduk rata. Setelah dingin disaring dan air saringannya diminum untuk dua kali, pagi dan sore.
Brobosan kebo ini juga dapat dipergunakan untuk mengobati rasa nyeri pada tulang, rematik, sakit kuning, beri-beri, disentri. Bunganya untuk mengobati kulit yang terbakar sengatan matahari, bercak hitam pada wajah, dan menghaluskan kulit. Dinamakan brobosan kebo karena para penggembala kerbau sering menyaksikan kerbau gembalaannya suka menerobos tumbuhan yang liar itu untuk mendapatkan rumput yang lebih hijau.
Lantas, bagaimana pencegahan osteoporosis? Berikut sejumlah hal yang dapat kita lakukan sebelum keropos tulang menyerang:

1.      Konsumsi kalsium secara cukup setiap hari (misalnya dengan minum susu tinggi kalsium atau makanan yang kaya kalsium seperti sayur-mayur, daging, hati sapi)
2.      Kurangi konsumsi mibuman bersoda, kafein dan beralkohol
3.      Cukup konsumsi vitamin D, atau banyak berjemur matahari
4.      Olah raga dan jalankan pola hidup sehat (lakukan olah raga 3-5 kali seminggu masing-masing 30 menit)
5.      Periksakan kondisi tulang untuk deteksi dini gejala osteoporosis, agar dapat diantisipasi sejak awal.
               Ibu-ibu Kp. Pabuaran Kota Bogor telah memulai langkah pencegahan Osteopororis, dengan melakukan senam Nusantara rutin sekali perminggunya.  Di pimpin seorang instruktur berpengalaman, menjadi usaha Mewangi untuk menyehatkan masyarakat terutama yang telah berusia lanjut, disamping itu selalu dikemukakan pada warga mengenai usaha-usaha pencegahan osteoporosis secara dan menjaga kesehatan keluarga dini.

Bab III Penutup
A.Kesimpulan
Patah Tulang (fraktur) adalah retaknya tulang, biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya.
       Jenis patah tulang:
1.       Patah tulang tertutup (patah tulang simplek).
2.       Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk).
3.       Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan).
4.       Patah tulang karena tergilas.
5.       Patah tulang avulsi.
6.       Patah tulang patologis.

B.Saran
       Untuk semua kalangan masyarakat berhati – hatilah dalam melakukan aktivitas serta berhati – hati saat berkendaraan agar tubuh anda tetap sehat sehingga kita nyaman dan terbebas dari berbagai kecelakaan. Diminta kepada masyarakat agar memperhatikan keamanan saat berkendaraan.
         

Daftar Pustaka
v http:// www.cellbio.com /
v http:// www.innerbody.com / index.html
v http://mewangi.blogspot.com/

You May Also Like

0 komentar