Makalah Biologi Cara Menangani Patah Tulang
Guru Pembimbing :
Siti Hawa ,S.Pd.
Di susun oleh :
Takdir Rizki Agustian
DEPARTEMEN
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMAN 1 WOHA
TAHUN AJARAN 2010
KATA PENGANTAR
Pertama
– tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Tak lupa pula salawat
serta salam kita hantarkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah
merangkul kita dari alam Jahiliyah menuju alam Islamiyah kini.
Tak
lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Pembimbing yaitu ibu Siti Hawa,S.Pd.
yang senantiasa membimbing saya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan
baik dan lancar.
Saya
sebagai penulis mengangkat sebuah judul “CARA MENANGANI PATAH TULANG“ sebuah
judul yang akan mengungkap bagaimana kondisi masyarakat kita saat ini.
Bertolak
dari sinilah saya sangat membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak, di
waktu yang akan datang penulis dapat menulis karya tulis yang lebih baik lagi.
Mudah - mudah – mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan
pembaca.
Wassalam.
Bima , 3 Juli 2010
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar............................................................ v
Daftar
Isi....................................................................... vi
Bab
I Pendahuluan....................................................... 1
A. Latar
Belakang..................................................... 2
B. Rumusan
Masalah............................................... 3
C. Tujuan.................................................................. 4
D. Metode
Pengumpuan Data.................................. 5
Bab
II Pembahasan...................................................... 6
A. Definisi
dan Jenis Patah Tulang......................... 7
B. Sebab
– sebab Terjadinya Patah Tulang............ 8
C. Cara
Mengatasi Patah Tulang............................ 9
Bab
III Penutup............................................................ 10
A. Kesimpulan.......................................................... 11
B. Saran
– saran....................................................... 12
Daftar
Pustaka............................................................. 13
Bab I Pendahuluan
A.Latar Belakang
Kesehatan
memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Disetiap lingkungan yang sehat
mampu menciptakan kondisi yang kondusif bagi penikmatnya sehingga jiwa dan raga
dapat merasakan nikmatnya dan segarnya lingkungan yang sehat. Setiap hari kita
dapat menyaksikan banyak orang yang terbujur tak berdaya di rumah sakit. Mereka
tidak mampu melakukan aktivitas, bahkan dari segi material biaya yang telah
banyak di keluarkan untuk memperoleh kesembuhan ini. Disinilah kita dapat
mengkomparasi, betapa kesehatan itu sangatlah mahal.
Banyak
faktor yang menyebabkan timbulnya patah tulang pada tubuh kita, salah satu
faktor yang sangat fundamental, yaitu di timbulkan oleh kecelakaan.
Keadaan
jalan yang baik dan teratur akan menciptakan kondisi yang baik bagi pengendara.
Untuk menjaganya di perlukan usaha keras dan komitmen bersama antar anggota
masyarakat untuk mencegah efek negatif dari kebiasaan manusia yang saat
berkendaraan.
Kita
kembali teringat pada sebuah pepatah” Prevention is Better Than Cure”
Pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Di sinilah yang menjadi basis,
sehingga di harapkan berbagai kecelekaan yang akan menjadikan diri kita celaka
dapat kita cegah.
B.Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang
tersebut maka timbul permasalahan yang merupakan titik fokus akan penyelesaian
makalah ini yang di rumuskan sebagai berikut :
1. Apakah
patah tulang itu?
2. Apa
penyebab terjadinya patah tulang?
3. Bagaimanakah
bentuk patah tulang?
4. Apa
dampak dari patah tulang?
5. Bagaimanakah
cara untuk menangani patah tulang?
C.Tujuan
Saya sebagai penulis
mengangkat judul Cara menangani patah tulang. Bertujuan agar pembaca dapat
mengetahui pentingnya menjaga kesehatan tubuh dalam beraktivitas.
Selain itu pembaca juga dapat
mengetahui bagaimana cara menangani patah tulang.
D.Metode
Pengumpulan Data
Metode yang saya gunakan dalam
menyelasaikan masalah ini, sangatlah sederhana di mana cara saya memecahkan
rumusan masalah tersebut hanya berdasarkan pencarian data dan informasi melalui
beberapa refereasi.
Kemudian saya melakukan kajian pustaka
terhadap refereasi tersebut dengan mengambil inti sari yang berkaitan dengan
rumusan masalah tersebut lalu saya susun secara sistematis dalam tulisan ini.
Bab
II Pembahasan
A.Definisi
dan Jenis Patah Tulang
Patah Tulang (fraktur) adalah retaknya tulang, biasanya
disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya.
Jenis patah tulang:
1. Patah tulang tertutup (patah tulang
simplek).
Tulang yang patah tidak tampak dari luar.
2. Patah tulang
terbuka (patah tulang majemuk).
Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau
kulit mengalami robekan.
Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi.
3. Patah tulang
kompresi (patah tulang karena penekanan).
Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang.
Sering terjadi pada wanita
lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh
karena osteoporosis.
4. Patah tulang karena tergilas.
Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi
beberapa pecahan tulang.
Jika aliran darah ke bagian
tulang yang terkena mengalami gangguan, maka penyembuhannya akan berjalan
sangat lambat.
5. Patah tulang avulsi.
disebabkan oleh kontraksi
otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut
melekat.
Paling sering terjadi pada
bahu dan lutut, tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit.
6. Patah tulang patologis.
Terjadi jika sebuah tumor
(biasanya kanker) telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.
Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cedera ringan
atau bahkan tanpa cedera sama sekali.
B.Sebab – sebab Terjadinya Patah
Tulang
Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti
kecelakan mobil, olah raga atau karena jatuh.
Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan
tulang lebih besar daripada kekuatan tulang.
Jenis dan beratnya patah tulang dipengaruhi oleh:
- Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang
- Usia penderita
- Kelenturan tulang
- Jenis tulang.
Dengan
tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang.
GEJALA
Nyeri biasanya merupakan gejala yang sangat nyata.
Nyeri bisa sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk, apalagi jika tulang yang terkena digerakkan.
Menyentuh daerah di sekitar patah tulang juga bisa menimbulkan nyeri.
Alat gerak tidak
dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita tidak dapat
menggerakkan lengannya, berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan
tangannya.
Darah
bisa merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cedera.
Patah tulang akibat tulang
keropos merupakan penyebab fatal kematian dan kelumpuhan, dapat terjadi pada
siapa saja, tua atau muda. Di Indonesia menurut data Puslitbang Gizi Depkes RI tahun 2000,
1 dari 5 orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis.
Osteoporosis terjadi karena berbagai sebab, ada yang bisa dihindari
tapi ada juga yang tidak. Faktor penyebab yang tak bisa dihindari antara lain:
1. Keturunan. Bila dari garis keturunan memang ada
osteoporosis (missal bungkuk), maka risiko Anda terkena keropos tulang kian
besar.
2. Usia. Setelah usia 35 tahun kepadatan tulang akan
berkurang secara alami
3. Hormon. Setelah berhentinya haid, perempuan lebih rentan
terhadap osteoporosis karena terjadi perubahan normonal yang dapat menurunkan
drastis kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium
4. Jenis kelamin. Perempuan lebih rentan terkena
osteoporosis ketimbang pria
5. Postur. Tubuh mungil atau kurus lebih rentan terkena
osteoporosis ketimbang mereka yang berpostur gemuk atau besar
Faktor penyebab osteoporosis yang dapat diperbaiki
adalah:
1. Kekurangan
asupan kalsium dalam menu makanan sehari-hari
2. Kekurangan
vitamin D dalam menu makanan serta jarang terekna sinar matahari
3. Malas
olah raga dan kurang aktivitas fisik
4. Konsumsi
minuman beralkohol , kafein dan soda dan makanan asingaram yang berlebihan
5. Penggunaan
obat mengandung steroid (pada penderita asma dan batu ginjal) yang menghambat
penyerapan kalsium
D.Cara
Mengatasi Patah Tulang
Menangani Patah Tulang dengan Cakar Ayam
Yadi
anak berumur 17 tahun, tiba tiba jatuh dari pohon dan mengalami patah tulang
pada lengan kirinya, tetapi kulitnya tidak terluka. Tetangganya, membalutnya
dengan kulit batang randu yang baru saja dikelupas.
Dua
hari kemudian anak tersebut berobat ke Rumah Sakit terdekat. ''Siapa yang menyuruh
membungkus dengan kulit pohon randu?'', tanya dokter. ''Tetangga saya'', jawab Yadi.
''Tepat sekali itu dan untung kamu tidak terlambat datang kemari. Kalau
terlambat bisa jadi tulangnya tak dapat dikembalikan dan diluruskan lagi'',
kata dokter itu lagi. ''Sekarang aku gibs, tiga bulan jangan dibuka. Tetapi
tulangnya ditarik dulu supaya mapan letaknya'', katanya pula. Namun dokter
tersebut tidak menjelaskan apa yang terkandung dalam lendir yang terdapat pada
bagian dalam kulit randu itu.
Di
Sukabumi (desa Cimande), di Bekasi, dan dibeberapa daerah banyak ahli urut yang
konon bisa menyembuhkan kembali patah tulang, terutama kalau tidak luka
(kulitnya tidak robek). Obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati
patah tulang, diantaranya tumbuhan-tumbuhan cakar ayam, kompri, brobosan kebo
dan singgugu.
Tumbuhan
Cakar Ayam
Tumbuhan
cakar ayam atau Selaginella doederleinii Hieron juga disebut rumput solo
atau kipas gunung. Dinamakan cakar ayam, karena tumbuhan paku-pakuan ini
daunnya tersusun di kiri dan kanan batang induk sampai percabangannya sehingga
menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.
Untuk
mengobati tulang yang patah, semua bagian tumbuhan (herba) cakar ayam kering 30
gram direbus. Lalu airnya diminum.
Selain
itu herba cakar ayam yang segar dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Kemudian
ditempelkan pada bagian tulang yang patah. Lalu dibalut. Diganti tiga kali
dalam sehari. Cakar ayam juga dapat untuk mengobati kanker, sakit tenggorokan,
hepatitis, dan lain - lain.
Tumbuhan
Kompri
Bahan yang
lain untuk mengobati tulang yang patah adalah tumbuhan kompri atau komring yang
dalam bahasa latinnya disebut Symphythum officinale. Tanaman ini tumbuh
di tanah berumput basah. Kadang-kadang ada yang menanamnya di pot. Tumbuhan
berbatang semu daun tunggal bulat telur, pelepah tumbuh berseling. Bunga putih
kekuningan berbentuk corong. Daun yang muda bisa untuk sayuran.
Untuk
mengobati patah tulang (fraktur), atau luka terpotong atau luka baru, ambil
akar kompri segar secukupnya lalu ditumbuk halus. Kemudian dibobokkan pada
bagian tulang yang patah atau luka terpotong, terus dibalut. Ganti dua kali
sehari. Kompri juga dapat digunakan untuk mengobati payu dara yang bengkak,
menghentikan perdarahan, dan rematik.
Brobosan
Kebo
Tumbuhan
lain untuk mengatasi patah tulang adalah brobosan kebo nama latinnya Sambucus
javanica Reinw. Orang Sunda menyebutnya kerak nasi (intip). Ada pula yang
menamakannya sangitan. Tumbuhan ini asli dari Indonesia, hidup diantara semak
dan rerumputan, di pagar, tetapi ada pula yang ditanam sebagai penghias
halaman.
Tingginya
bisa mencapai 4 m. Batang bulat berkayu dengan percabangan banyak. Semua bagian
tumbuhan (herba) dapat digunakan sebagai obat. Yang untuk mengobati patah
tulang adalah akarnya yang sudah dikeringkan. Cuci 20 gram akar brobosan kebo
yang kering, lalu dipotong-potong. Tambahkan air putih 400 cc dan arak putih 2
sloki, lalu rebus sampai airnya tinggal separo. Tambahkan 30 gram gula pasir
sambil diaduk rata. Setelah dingin disaring dan air saringannya diminum untuk dua
kali, pagi dan sore.
Brobosan
kebo ini juga dapat dipergunakan untuk mengobati rasa nyeri pada tulang,
rematik, sakit kuning, beri-beri, disentri. Bunganya untuk mengobati kulit yang
terbakar sengatan matahari, bercak hitam pada wajah, dan menghaluskan kulit.
Dinamakan brobosan kebo karena para penggembala kerbau sering menyaksikan
kerbau gembalaannya suka menerobos tumbuhan yang liar itu untuk mendapatkan
rumput yang lebih hijau.
Lantas, bagaimana pencegahan osteoporosis? Berikut
sejumlah hal yang dapat kita lakukan sebelum keropos tulang menyerang:
1. Konsumsi
kalsium secara cukup setiap hari (misalnya dengan minum susu tinggi kalsium
atau makanan yang kaya kalsium seperti sayur-mayur, daging, hati sapi)
2.
Kurangi konsumsi mibuman bersoda, kafein dan beralkohol
3.
Cukup konsumsi vitamin D, atau banyak berjemur matahari
4. Olah raga
dan jalankan pola hidup sehat (lakukan olah raga 3-5 kali seminggu
masing-masing 30 menit)
5. Periksakan
kondisi tulang untuk deteksi dini gejala osteoporosis, agar dapat diantisipasi
sejak awal.
Ibu-ibu Kp. Pabuaran Kota Bogor telah memulai langkah pencegahan
Osteopororis, dengan melakukan senam Nusantara rutin sekali perminggunya.
Di pimpin seorang instruktur berpengalaman, menjadi usaha Mewangi untuk
menyehatkan masyarakat terutama yang telah berusia lanjut, disamping itu selalu
dikemukakan pada warga mengenai usaha-usaha pencegahan osteoporosis secara dan
menjaga kesehatan keluarga dini.
Bab
III Penutup
A.Kesimpulan
Patah Tulang (fraktur) adalah retaknya tulang,
biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya.
Jenis patah
tulang:
1. Patah tulang tertutup (patah tulang
simplek).
2. Patah tulang
terbuka (patah tulang majemuk).
3. Patah tulang
kompresi (patah tulang karena penekanan).
4. Patah tulang karena tergilas.
5. Patah tulang avulsi.
6. Patah tulang patologis.
B.Saran
Untuk
semua kalangan masyarakat berhati – hatilah dalam melakukan aktivitas serta
berhati – hati saat berkendaraan agar tubuh anda tetap sehat sehingga kita
nyaman dan terbebas dari berbagai kecelakaan. Diminta kepada masyarakat agar
memperhatikan keamanan saat berkendaraan.
Daftar
Pustaka
v http://
www.biologi.lipi.go.id /
v http://
www.biology-online.org /
v http://
www.cellbio.com /
v http://
www.innerbody.com / index.html
v http://mewangi.blogspot.com/




0 komentar