Investasi Di Reksadana, Pasar Keuangan, dan Perdagangan Sekuritas
1. Investasi di Reksadana
a. Investasi Secara Tidak Langsung
Investasi tidak langsung yaitu
investasi yang dilakukan untuk investasi jangka pendek dimana mencakup kegiatan
transaksi di pasar modal dan pasar uang.
Investasi secara tidak langsung ini dapat dilakukan melalui pasar modal dengan
melakukan investasi pada instrument surat berharga, seperti saham dan obligasi.
Dalam investasi secara tidak langsung, seorang
investor tidak perlu hadir secara fisik atau terlibat secara langsung, karena tujuan
utama dari seorang investor bukanlah mendirikan perusahaan, melainkan hanya
membeli saham dengan lalu menjualnya kembali untuk memperoleh hasil yang
maksimal dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama sehingga keuntungan sudah
bisa dinikmati.
b. Perusahaan Investasi
Perusahaan investasi (investment
company) adalah perantara keuangan yang menghimpun dana dari para investor
perorangan dan menanamkan dana tersebut pada beragam sekuritas atau aset
lainnya.
Perushaan investasi melakukan
berbagai fungsi penting berikut ini bagi para investor:
• Perencanaan
dan administrasi
• Diversifikasi
dan kemampuan untuk dapat dibagi (divisibilitas)
• Manajemen
yang profesional
• Biaya
transaksi yang lebih rendah
Jenis –Jenis Perusahaan Investasi
1. Unit Investment Trusts
Unit investment trusts adalah
himpunan dana yang diinvestasikan dalam portofolio tetap (tidak berubah)
sepanjang umur reksa dana tersebut. Untuk membentuk unit investment trust,
sponsor biasanya perusahaan pialang, membeli sebuah porto folio sekuritas yang
disimpan dalam trust. Selanjutnya dijual ke masyarakat,disebut sertifikat
perwalian yang dapat ditebus. Manajemen Unit Investment Trusts tidak terlalu
aktif karena setelah portofolio dibentuk, komposisinya tidak akan berubah lagi,
sehingga trust ini kerap disebut “tidak dikelola”, trust cendreung berinvestasi
pada aset-aset yang relatif seragam, contohnya : suatu dana mungkin
berinvestasi pada obligasi pemerintah dan yang lainnya pada obligasi
perusahaan.
2. Managed Investment Company
v Reksa Dana Terbuka (Open-ends funds)
Selalu
siap untuk menebus atau menerbitkan unit penyertaan pada nilai aktive bersihnya
(meskipun pembelian dan penebusan akan melibatkan beban penjualan). Jika
investor di reksa dana terbuka ingin “menguangkan” unit penyertaannya, mereka
akan menjualnya kembali ke reksa dana pada NAV mereka.
v Reksa Dana Tertutup (Close-ends
funds)
Tidak
melakukan penebusan atau penerbitan unit penyertaan. Investor pada reksa dana
tertutup yang ingin menguangkan unit penyertaan mereka harus menjualnya pada
investor lain. Unit penyertaan reksa dana tertutup diperdagangkan di bursa yang
terorganisasi dan dapat dibeli melalui pialang seperti saham lainnya, jadi
harganya bisa berbeda dari NAV.
c. Jenis-Jenis Reksadana
Secara
umum, Reksa Dana Terbagi 3, yaitu Reksa Dana Terbuka, Reksa Dana Indeks, dan
Reksa Dana Terproteksi.
1. Reksa
Dana Terbuka
Reksa
Dana Terbuka adalah reksa dana yang dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu
setiap hari bursa. Reksa Dana Terbuka dibagi menjadi beberapa jenis tergantung
dari isi portofolionya, yaitu:
-
Reksa Dana Pasar Uang,
Reksa
Dana Pasar Uang (RDPU) adalah reksa dana yang minimum 80% asetnya harus diinvestasikan
pada instrumen pasar uang. Imbal hasil dan risiko pada RDPU paling rendah
dibandingkan reksa dana lainnya. RDPU ditujukan bagi Anda yang sangat
konservatif, yaitu Anda yang menginginkan pendapatan yang teratur dengan
tingkat risiko kerugian rendah, dan memiliki jangka waktu investasi kurang dari
1 tahun. Tidak seperti reksa dana lainnya, NAB per unit pada RDPU selalu di
harga Rp. 1000, sementara unit penyertaan Anda akan terus berubah setiap
harinya.
-
Reksa
Dana Pendapatan Tetap
Merupakan
reksa dana yang menginvestasikan dananya khusus pada portofolio obligasi.
-
Reksa Dana Obligasi
Reksa Dana Obligasi (RDO) adalah reksa dana
yang minimum 80% asetnya harus diinvestasikan pada obligasi baik korporasi
maupun pemerintah. Imbal hasil dan resiko pada RDO relatif lebih tinggi
dibandingkan RDPU. RDO ditujukan bagi Anda yang konservatif, yaitu Anda yang
menginginkan adanya sedikit pertumbuhan nilai pokok investasi dan telah sanggup
menerima adanya penurunan nilai investasi sesaat, dan memiliki jangka waktu
investasi antara 1 sampai 3 tahun.
-
Reksa Dana Campuran
Reksa Dana
Campuran (RDC) adalah reksa dana yang memiliki kebebasan untuk mengatur
komposisi asetnya, baik saham, obligasi, maupun instrumen pasar uang. Imbal
hasil dan resiko pada RDC relatif lebih tinggi dibandingkan RDO. RDC ditujukan
bagi Anda yang bersifat moderat, yaitu Anda yang menginginkan pertumbuhan
investasi yang cukup tinggi dan sanggup menoleransi adanya fluktuasi atas nilai
investasi, dan memiliki jangka waktu investasi antara 3 sampai 5 tahun.
-
Reksa Dana Saham
Reksa Dana
Saham (RDS) adalah reksa dana yang minimum 80% asetnya harus diinvestasikan
pada saham. Investasi di RDS merupakan investasi yang paling berisiko, akan
tetapi mempunyai potensi pertumbuhan nilai investasi yang relatif paling tinggi
dibandingkan semua jenis reksa dana. RDS ditujukan bagi Anda yang bersifat
agresif, yaitu Anda yang menginginkan pertumbuhan investasi yang tinggi dalam
jangka panjang dan sanggup menoleransi fluktuasi nilai investasi yang cukup tajam,
dan memiliki jangka waktu investasi lebih dari 5 tahun.
2. Reksa
Dana Indeks
Reksa Dana Indeks
(RDI) adalah reksa dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang
mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun
indeks saham. RDI mirip seperti Reksa Dana Terbuka, yaitu dapat dibeli dan
dijual sewaktu-waktu setiap hari bursa. Pada RDI, minimum 80% asetnya harus
diinvestasikan sesuai dengan aset-aset pada indeks acuannya, yang disebut
dengan pengelolaan pasif. RDI ditujukan bagi Anda yang menginginkan
transparansi atas investasinya dan percaya bahwa pengelolaan secara pasif akan
memberikan hasil investasi yang lebih maksimal.
3.
Reksa Dana Terproteksi
Reksa Dana
Terproteksi (RDT) adalah reksa dana yang akan memproteksi 100% pokok investasi
nasabah pada saat jatuh tempo. Reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi
yang telah ditentukan sebelumnya oleh manajer investasi, namun dapat dicairkan
sebelum jatuh tempo tanpa jaminan adanya proteksi akan pokok investasi. Berbeda
dengan Reksa Dana Terbuka dan Reksa Dana Indeks, Reksa Dana Terproteksi
memiliki masa penawaran sehingga Anda hanya dapat membeli Reksa Dana ini pada
saat tertentu saja. RDT ditujukan bagi Anda yang bersifat konservatif yang
menginginkan imbal hasil yang lebih terukur dalam jangka waktu investasi
tertentu.
d. Mekanisme Investasi Secara Tidak
Langsung
1.
Mengumpulkan Modal Investor Banyak
Memungkinkan Much More Pembelian
Klarifikasi proses mekanisme reksa dana
benar-benar memberikan tangan kepada investor untuk berbagi modal mereka tanpa
risiko besar kehilangan uang mereka. Jenis investasi ini berkembang pesat,
meskipun beberapa percaya dari investor. Untuk pemula yang lengkap, reksa dana
adalah alternatif yang sempurna dari menurunkan tingkat risiko dalam investasi
modal seseorang dalam saham atau tempat lain.
2.
Pengumpulan Dana adalah Isu Sempurna
Rekening di reksa dana memiliki
berbagai besar keamanan yang memungkinkan orang untuk bersama-sama dalam rangka
menciptakan investasi yang relatif kecil, sementara membuat kolam dalam dolar
membangun pembelian yang sangat baik dari obligasi, logam mulia, kewajiban
pemerintah atau saham. Uang semacam ini membuat penyatuan keuangan yang cukup
kuat dan juga memungkinkan untuk membuat buyings besar dan cerdas. Ditambah
juga memberikan kesempatan kepada investor yang kurang kaya untuk menikmati
keuntungan dari memiliki bunga kecil dari berbagai macam input. Itu semua
membantu untuk mendapatkan tujuan keanekaragaman.
3.
Keamanan Kualitas Tinggi untuk Investasi
kecil
Investor yang memiliki modal terbatas
untuk investasi tidak selalu mampu membeli logam mulia kualitas atau saham.
Namun, jenis khusus dari investasi yang bertipe penemuan saling dapat membeli
saham yang jauh lebih berharga untuk kelompok investor. Anda tidak perlu
membeli saham untuk sen dari sekuritas dengan harga yang lebih rendah,
kerjasama semacam ini dapat berbagi dengan kelompok yang lebih kuat dari input.
Modal yang diinvestasikan dalam reksa
dana akan langsung proporsional dengan ukuran saham antara investor. Ini
berarti bahwa lebih banyak modal menginvestasikan dana lebih akan tersedia. Dan
saat positif adalah bahwa dalam kasus kerugian, keuntungan dan keuntungan,
semua modal dan resiko akan proporsional untuk setiap pemegang modal dalam
reksa dana dan ukuran mereka masukan.
Peserta Bukankah Untuk Be Aware tentang
Pengelolaan Dana dan Pembelian Seorang manajer dalam reksa dana, yang
berpengalaman dalam metode perdagangan, mendukung dan dalam pengendalian semua
investasi di dana, sehingga investor tidak akan peduli dengan semua keamanan
perdagangan individu. Mereka tidak harus tahu tentang perdagangan yang
sebenarnya.
Pemilihan peserta tentang apa yang
harus membeli tergantung pada 1) kualitas dana dan konstituennya, 2) manajer
dana dan pengalamannya, dan 3) keuntungan yang sebenarnya (atau pertumbuhan)
dari dana tersebut. Mereka tidak ditekankan tentang pembelian atau vendor efek.
4.
Jalan
sederhana dan bahkan Aman untuk Membuat Investasi dan Diversifikasi
Reksa dana karena varietas sekuritas
mereka sebagian besar melebihi jenis lain input dalam segala macam hal - yang
panjang atau pendek. Namun, seperti dalam semua kasus investasi modal, tidak
ada jaminan yang pasti dari hasil tinggi. Ketika ekonomi runtuh, ini jenis
investasi yang menderita sebagai individu. Namun demikian, saat situasi ekonomi
normal, reksadana menyajikan pilihan yang aman juga dibuat untuk
menginvestasikan uang karena keragamannya.
e. Kinerja Perusahaan Investasi
Suatu
perusahaan itu layaknya sebuah organisme yang berkembang. Banyak sekali
tantangan yang harus dihadapi dalam perjalanannya. Perusahaan akan dihadapkan
pada berbagai macam kondisi, baik yang menguntungkan maupun yang berpotensi
menghambat. Di sinilah kita dapat melihat bagaimana kepiawaian pihak manajemen
dalam menyikapinya. Pada kondisi terburuk, seringkali manajemen terpaksa untuk
mengambil keputusan yang akan menyebabkan dalam jangka pendek kinerja bisnisnya
menurun namun akan membuat perusahaan semakin maju dalam jangka panjang.
Salah satu contohnya adalah
keputusan untuk berekspansi. Umumnya ekspansi membutuhkan dana yang cukup besar
dan terkadang membuat perusahaan terpaksa berutang cukup besar. Pada titik yang
krusial tersebut, kemampuan manajemen akan diuji karena di balik setiap
ekspansi pasti terdapat risiko. Dalam jangka pendek, DER dan opex perusahaan
akan meningkat sementara belum terlihat ada peningkatan revenue. Jika kita
hanya melihat kinerjanya selama 1-2 tahun saja, perusahaan tersebut memiliki
kinerja yang kurang bagus. Di sinilah kita harus memandang lebih luas. Salah
satu cara yang dapat kita gunakan adalah dengan membandingkan kinerja
perusahaan beberapa tahun ke belakang dengan kinerja terkininya.
Biasanya perubahan kinerja
perusahaan dalam jangka pendek tidak terlalu terlihat namun dalam jangka
panjang hasil dari keputusan strategis yang diambil akan lebih jelas terlihat.
f. Hedge
Funds
Hedge fund adalah merupakan kontrak investasi kolektif privat yang dikenakan biaya imbal
jasa berbasis kinerja dan biasanya ditawarkan secara terbatas kepada investor kelas atas. Di Amerika hedge fund hanya ditawarkan kepada investor
terakreditasi
saja, dan karena pembatasan inilah maka hedge
fund dikecualikan dari aturan-aturan SEC, NASD dan lembaga regulator lainnya.
Aktivitas
hedge fund dibatasi dengan
suatu perjanjian yang mengatur mengenai pengelolaan dana secara khusus,
sehingga hedge fund ini dapat
menerapkan strategi investasi yang rumit, melakukan transaksi
"long" atau "short selling" aset, melakukan transaksi perdagangan berjangka, swap dan ataupun transaksi derivatif lainnya. Hedge
fund ini seringkali melakukan pula lindung nilai investasi mereka terhadap pergerakan harga ekuitas dan bursa, sebab target utama mereka adalah menghasilkan
imbal hasil yang tidak berhubungan erat dengan pasar keuangan pada umumnya.
2. Pasar Keuangan
a. Pentingnya Pasar Keuangan
Tanpa adanya
pasar keuangan ini maka peminjam uang (kreditur) akan mengalami kesulitan dalam
menemukan debitur yang bersedia untuk memberikan pinjaman kepadanya. Pengantara
seperti bank membantu dalam melakukan proses ini, dimana bank menerima deposito
dari nasabahnya yang memiliki uang untuk ditabung dan kemudian bank dapat
meminjamkan uang ini kepada orang yang berniat untuk meminjam uang. Bank
biasanya memberikan pinjaman uang dalam bentuk kredit dan kredit pemilikan
rumah.
Pemberi
pinjaman
Individu tidak pernah menganggap dirinya sebagai pemberi
pinjaman namun mereka meminjamkan sejumlah uang kepada pihak lainnya dalam
berbagai cara seperti misalnya:
·
Menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan atau deposito
di bank
·
Menjadi peserta program dana pensiun
·
Membayar premi asuransi
·
Investasi dalam obligasi pemerintah
·
Investasi dalam saham perusahaan
Perusahaan cenderung menjadi
peminjam untuk permodalannya. Apabila perusahaan mengalami kelebihan dana tunai
yang tidak digunakan dalam jangka waktu pendek maka mereka meminjamkan uang
tersebut melalui pasar pinjaman jangka pendek yang disebut pasar uang. Amat
sedikit perusahaan yang memilki struktur arus kas yang kuat, dan perusahaan
seperti inilah yang cenderung menjadi pemberi pinjaman dibanding meminjam uang.
Peminjam
Individu meminjam uang melalui
kredit bank untuk kebutuhan jangka pendek maupun panjang guna pembiayaan
pembelian rumah.
Perusahaan meminjam uang untuk membantu kebutuhan jangka
pendek maupun panjang guna perputaran dananya maupun untuk pengembangan bisnis.
Pemerintah seringkali menghadapi suatu masalah dimana
pengeluaran mereka lebih besar daripada pemasukan pajaknya maka guna menutupi
kekurangan ini dibutuhkan pinjaman. Pemerintah juga melakukan peminjaman bagi
keperluan badan usaha milik negara, pemerintah daerah, otoritas setempat dan
sektor publik lainnya. Peminjaman ini dilakukan dengan cara menerbitkan
obligasi pemerintah.
Pemerintah daerah dapat meminjam atas nama daerahnya sebagaimana
halnya dengan penerimaan pinjaman dari pemerintah pusat.
Badan usaha milik negara dan perusahaan publik biasanya
termasuk industri nasional dal layanan publik seperti perusahaan kereta api
pos, perusahaan listrik negara, air minum dan perusahaan penyedia layanan
publik lainnya.
b. Pasar Primer dan Pasar Sekunder
1. Pasar Primer
Pasar
yang emitennya kali pertama memperdagangkan saham atau surat berharga lainnya
kepada publik, yang biasa dikenal dengan istilah initial public offering (IPO). Informasi tentang emiten yang IPO dapat diketahui
melalui prospektus ringkas yang diiklankan minimal di dua harian nasional,
publik ekspose atau prospektus. Prosedur pembeliannya melalui pengisian
formulir pemesanan pembelian saham (FPPS) yang ada di underwriter (penjamin
emisi efek) atau agen-agen penjual lainnya yang ditunjuk. Setelah pemesanan
diterima baru kemudian dilakukan penjatahan. Hal tersebut, bergantung dari
jumlah permintaan yang masuk.
Ada dua kemungkinan yang dapat
terjadi pertama oversubcribed yaitu minat masyarakat membeli saham baru lebih
besar dari jumlah saham yang tersedia. Kemungkinan berikutnya, jumlah saham
yang tersedia lebih besar atau sama dengan permintaan yang masuk,
(undersubscribed). Jika kondisi oversubscribed terjadi, penjatahan berdasarkan
undian atau metode lainnya seperti pemesan pertama mendapat prioritas lebih
dahulu.
Ciri-ciri pasar primer di antaranya:
1.
Harga saham tetap
2.
Tidak dikenakan komisi
3.
Hanya untuk pembelian saham
4.
Pemesanan dilakukan melaui agen penjualan
5.
jangka waktu terbatas.
2.
Pasar
Sekunder
Pasar yang memperdagangkan efek setelah IPO, yaitu
perdagangan hanya terjadi antar investor yang satu dengan investor lainnya, transaksi
ini tidak lepas dari fungsi bursa sebagai lembaga penyedia perdagangan di pasar
modal. Pembelian di pasar ini hanya pada saham yang telah beredar berdasarkan
aturan main yang telah ditetapkan pasar.
Prosedurnya investor melakukan order beli atau jual
melalui broker, kemudian broker meneruskannya ke pasar atau bursa, jika ada
order jual dan beli yang cocok maka transaksi baru terjadi, jika tidak ada
transaksi, akan menunggu sampai adanya kecocokan atau pembatalan karena ditarik
kembali atau habisnya masa perdagangan.
Perdagangan
di pasar sekunder dapat dilakukan di dua jenis pasar, yaitu:
o Pasar lelang (auction market).
Pasar sekuritas yang melibatkan
proses pelelangan (penawaran) pada sebuah lokasi fisik.
o Pasar
negosiasi (negotiated market).
Pasar negosiasi terdiri dari
jaringan berbagai dealer yang menciptakan pasar tersendiri di luar lantai bursa
bagi sekuritas, dengan cara membeli dari dan menjual ke
investor. Pasar negosiasi juga sering disebut dengan istilah over the
counter market (OTC) atau di Indonesia dikenal sebagai bursa paralel.
Ciri-ciri pasar sekunder di antaranya:
1. Harga
berfluktuasi sesuai kekuatan pasar
2. Dibebankan komisi untuk pembelian dan
penjualan
3. Pemesanan dilakukan melalui anggota bursa
4. Jangka waktu tidak terbatas
Proses transaksi di pasar sekunder :
1.
Sebelum dapat melakukan transaksi, investor harus
menjadi nasabah di salah satu perusahaan
efek.
2.
Selanjutnya investor tersebut harus mendepositkan
sejumlah uang tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut layak melakukan
jual beli saham.
3.
Proses perdagangan atau transaksi saham dan obligasi
di pasar sekunder diawali dengan order (pesanan) untuk harga tertentu.
4.
Perdagangan saham di BEI harus menggunakan satuan
perdagangan (round lot) efek atau kelipatannya, yaitu 500 (lima ratus) efek.
Pesanan jual atau beli
oleh para investor dari berbagai perusahaan sekuritas akan bertemu di lantai
bursa. Setelah terjadi pertemuan (match) antar order tersebut, maka proses
selanjutnya adalah proses terjadinya transaksi.
c. Indeks Pasar Saham
Indeks
pasar saham merupakan Indikator yang mencerminkan kinerja saham-saham di
pasar.Karena merupakan indikator yang menggambarkan pergerakanharga-harga
saham, maka indeks pasar saham juga disebut indeks harga saham (stock price
index).
Saat
ini Bursa Efek Indonesia memiliki 11 jenis indeks harga saham, yang secara
terus menerus disebarluaskan melalui media cetak maupun elektronik.
Indeks-indeks
tersebut adalah:
1.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Menggunakan semua Perusahaan Tercatat
sebagai komponen perhitungan Indeks. Agar IHSG dapat menggambarkan keadaan
pasar yang wajar, Bursa Efek Indonesia berwenang mengeluarkan dan atau tidak
memasukkan satu atau beberapa Perusahaan Tercatat dari perhitungan IHSG. Dasar
pertimbangannya antara lain, jika jumlah saham Perusahaan Tercatat tersebut
yang dimiliki oleh publik (free float) relatif kecil sementara kapitalisasi
pasarnya cukup besar, sehingga perubahan harga saham Perusahaan Tercatat
tersebut berpotensi mempengaruhi kewajaran pergerakan IHSG.
IHSG adalah milik Bursa Efek Indonesia.
Bursa Efek Indonesia tidak bertanggung jawab atas produk yang diterbitkan oleh
pengguna yang mempergunakan IHSG sebagai acuan (benchmark). Bursa Efek
Indonesia juga tidak bertanggung jawab dalam bentuk apapun atas keputusan
investasi yang dilakukan oleh siapapun Pihak yang menggunakan IHSG sebagai
acuan (benchmark).
2.
Indeks Sektoral
Menggunakan semua Perusahaan Tercatat
yang termasuk dalam masing-masing sektor. Sekarang ini ada 10 sektor yang ada
di BEI yaitu sektor Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri,
Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan, Perdangangan dan Jasa, dan
Manufatur.
3.
Indeks LQ45
Indeks yang terdiri dari 45 saham
Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan
kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Review dan
penggantian saham dilakukan setiap 6 bulan.
4.
Jakarta Islmic Index (JII)
Indeks yang menggunakan 30 saham yang
dipilih dari saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah
yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar
dan likuiditas.
5.
Indeks Kompas100
Indeks yang terdiri dari 100 saham
Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan
kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Review dan
penggantian saham dilakukan setiap 6 bulan.
6.
Indeks BISNIS-27
Kerja sama antara Bursa Efek Indonesia
dengan harian Bisnis Indonesia meluncurkan indeks harga saham yang diberi nama
Indeks BISNIS-27. Indeks yang terdiri dari 27 saham Perusahaan Tercatat yang
dipilih berdasarkan kriteria fundamental, teknikal atau likuiditas transaksi
dan Akuntabilitas dan tata kelola perusahaan.
7.
Indeks PEFINDO25
Kerja sama antara Bursa Efek Indonesia
dengan lembaga rating PEFINDO meluncurkan indeks harga saham yang diberi nama
Indeks PEFINDO25. Indeks ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan informasi
bagi pemodal khususnya untuk saham-saham emiten kecil dan menengah (Small
Medium Enterprises / SME). Indeks ini terdiri dari 25 saham Perusahaan Tercatat
yang dipilih dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria seperti: Total Aset,
tingkat pengembalian modal (Return on Equity / ROE) dan opini akuntan publik.
Selain kriteria tersebut di atas, diperhatikan juga faktor likuiditas dan
jumlah saham yang dimiliki publik.
8.
Indeks SRI-KEHATI
Indeks ini dibentuk atas kerja sama
antara Bursa Efek Indonesia dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia
(KEHATI). SRI adalah kependekan dari Sustainable Responsible Investment. Indeks
ini diharapkan memberi tambahan informasi kepada investor yang ingin
berinvestasi pada emiten-emiten yang memiliki kinerja sangat baik dalam
mendorong usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan
menjalankan tata kelola perusahaan yang baik. Indeks ini terdiri dari 25 saham
Perusahaan Tercatat yang dipilih dengan mempertimbangkan kriteri-kriteria
seperti: Total Aset, Price Earning Ratio (PER) dan Free Float.
9.
Indeks Papan Utama
Menggunakan saham-saham Perusahaan
Tercatat yang masuk dalam Papan Utama.
10. Indeks
Papan Pengembangan
Mengguanakan saham-saham Perusahaan
Tercatat yang masuk dalam Papan Pengembangan.
11. Indeks
Individual
Indeks harga saham masing-masing
Perusahaan Tercatat.
d. Pasar Obligasi
Sekuritas
yang diperdagangkan di pasar obligasi Indonesia adalah obligasi perusahaan,
obligasi negara, dan obligasi konversi. Obligasi (bond) dikeluarkan penerbitnya
sebagai surat tanda bukti hutang. Obligasi adalah sekuritas yang memuat janji untuk
memberikan pembayaran tetap menurut jadwal yang telah ditetapkan. Sebutan
obligasi semakin dikenal dengan istilah sekuritas pendapatan tetap (fixed
income securities).
ü Jenis
Obligasi
Obligasi
dapat dibedakan menurut siapa penerbitnya, yaitu:
-
Obligasi
negara (government bond), adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah
Republik Indonesia. Di Amerika, obligasi negara seperti ini disebut treasury
bonds (T-Bonds).
-
Obligasi
perusahaan atau obligasi korporasi (corporate bond), adalah obligasi
yang diterbitkan oleh perusahaan baik perusahaan swasta maupun perusahaan
negara (BUMN).
ü Karakteristik Obligasi
1.
Nilai nominal (nominal value atau face
value) atau nilai pari (par value).
§ Besarnya
nilai rupiah obligasi yang diterbitkan.
2.
Kupon (coupon).
§ Kupon
merupakan bunga yang dibayar secara reguler oleh penerbit obligasi kepada
pemegangnya. Kupon obligasi ditetapkan dalam persentase tahunan dari nilai
nominal dan dibayarkan pada interval waktu tertentu.
3.
Jatuh
tempo (maturity).
§ Jatuh
tempo merupakan tanggal ketika pemegangnya akan menerima uang pokok pinjaman
yang jumlahnya sebesar nilai nominalnya.
4.
Setelah diterbitkan, obligasi dapat
diperjualbelikan sampai sebelum jatuh tempo antar investor di bursa efek pada
harga pasar yang bisa berbeda dari nilai nominalnya.
5.
Faktor penting bagi investor sebelum
berinvestasi di obligasi adalah mengenal penerbit dan seluk-beluk obligasi yang
diterbitkannya.
6. Hal itu
perlu dilakukan untuk menaksir besarnya risiko khususnya risiko gagal bayar (default)
yang mungkin dapat dialami investor di masa mendatang.
ü Obligasi Konversi
Obligasi
konversi merupakan obligasi yang dapat ditukar dengan saham biasa. Obligasi
konversi mencantumkan persyaratan untuk melakukan konversi. Misalnya setiap
obligasi konversi bisa dikonversi
menjadi 3 lembar saham biasa mulai tanggal tertentu sampai dengan tanggal jatuh
tempo.
e. Pasar Derivatif
Pasar
derivatif adalah tempat diperdagangankannya surat-surat berharga yang nilainya
didasarkan aset yang mendasarinya (underlying asset atau elementary asset).
Transaksi
derivatif merupakan transaksi atas derivatif produk pasar keuangan. Misalnya
produk options; call dan put options. Hubungan transaksi ini dengan pertumbuhan
ekonomi adalah negatif. Karena pada dasarnya semakin dinamis dan bertambahnya
volume transaksi derivatif semakin mengurangi volume transaksi riil ekonomi,
akibat arus uang beredar semakin banyak dilingkungan keuangan. Semakin banyak
outlet keuangan modern hakikatnya hanya menambah panjang labirin arus uang, dan
pada saat yang sama akan menyedot uang yang seharusnya berpotensi memproduksi barang
dan jasa (sektor riil).
Pasar derivatif ini dapat dibagi
lagi menjadi 2 yaitu bursa berjangka derivatif dan perdagangan derivatif di
luar bursa (Over-the-counter).
1.
Bursa berjangka Derivatif
Bursa berjangka seperti Euronext.liffe
dan Chicago Mercantile Exchange, memperdagangkan kontrak derivatif yang sudah
distandarisasi yaitu misalnya opsi dan kontrak berjangka atas suatu aset dasar
atau aset acuan. Para anggota bursa mengambil suatu posisi (beli atau jual)
dalam kontrak berjangka melawan bursa selaku lawan transaksiKontrak perdagangan
berjangka tidak diterbitkan sebagaimana dalam penerbitan saham tetapi
"terbentuk" sewaktu ada pihak pembeli (disebut dengan istilah long)
dan ada pihak pembeli (yang disebut short).
2.
Pasar perdagangan di luar bursa
Pasar perdagangan di luar bursa atau
lebih dikenal dengan istilah "over the counter" atau juga biasa
disebut "pasar OTC" adalah merupakan tempat perdagangan berjangka
suatu produk derivatif dengan syarat-syarat non standar (syarat-syaratnya
sesuai keinginan para pihak) . Para pelaku perdagangan di pasar OTC ini terdiri
dari bank investasi selaku pedagang dan pembentu pasar serta nasabah mereka
seperti hedge fund, bank komersial, Badan usaha milik negara, dll. Produk yang
sering diperdagangkan over-the-counter adalah swap, kontrak berjangka kurs,
kontrak berjangka, derivatif kredit, dll.
3. Perdagangan Sekuritas
a. Transaksi Broker
Setelah pemodal melakukan
transaksi lewat pialang yakni membeli saham, mak aorang tersebut tidak akan
menerima saham yang dibelinya pada saat itu juga. Maka di Bursa Efek Jakarta
(BEJ) akan menerima saham tersebut dengan jangka waktu empat hari setelah
tanggal transaksi (t+4). Sekuritas yang ditransaksikan haruslah sekuritas yang
valid. Bursa menyediakan berbagai fasilitas, tempat dan informasi untuk
menyelesaikan transaksi tersebut.
Pada hari transaksi (t+0), Bursa
Efek Jakarta (BEJ) memberikan kepada para anggota bursa Lembar Transaksi
Anggota Bursa (LTAB) yang berisikan data tentang transaksi yang dilakukan. LTAB
merupakan keterangan tentang penyerahan atau pembayaran sekuritas yang harus
dilakukan untuk setiap penyerahan sekuritas dan pembayaran. Akhirnya pada t+5,
anggota bursa mengembalikan LTAB sebagai pernyataan bahwa setlement telah
selesai.
Anggota bursa yang tidak mampu
menyelesaikan kewajiban mereka, yaitu menyerahkan saham pada t+4 dilarang untuk
melakukan kegiatan perdagangan di pasar regular maupun non regular dan harus
menyelesaikan kewajiban tersebut di perdagangan kas (cash trading). Apabila
anggota bursa tidak dapat memenuhi kewajiban di pasar non-reguler, maka pada
hari t+5 harus dapat memenuhi kewajiban tersebut, sedangkan bila default
tersebut terjadi pada pasar reguler, maka KDEI (yaitu lembaga yang dapat
melakukan kliring dan deposit efek) akan melakukan pembelian untuk mengganti
kewajiban yang tidak dipenuhi oleh anggota bursa tersebut. Anggota bursa yang
default tersebut harus membayar denda sebesar 0,5% dari nilai transaksi dan
diberi peringatan.
Keterlambatan membayar denda akan
dikenakan penalty sebesar 1% setiap hari. Mulai sejak Mei 1995, Bursa Efek
Jakarta (BEJ) menggunakan sistem perdagangan secara elektronik yang disebut the
Jakarta Automated Trading System (JATS). Komponen utama JATS adalah komputer
pemroses data utama, gateways (komputer-komputer subsidiari) dan stasiun kerja
(workstation) para traders yang terdiri dari terminal untuk para pialang.
Komputer pemroses data utama melakukan proses perdagangan dengan menerima dan
memproses berbagai order dari para pialang, mentransmisikan informasi pasar ke
berbagai workstation dan mencocokkan (matching) order beli dan jual untuk
alokasi yang sesuai.
Dengan memonitor kondisi pasar
dengan terminal JATS, seorang pialang dapat menyediakan informasi pasar yang
akurat dengan telepon ke para dealer di kantor perusahaan sekuritas. Para
dealers kemudian dapat menyampaikan informasi pasar tersebut kepada para
pemodal yang akan mengambil keputusan untuk membeli atau menjual saham. Setelah
menerima order dari kantor perusahaannya, seorang pialang di lantai bursa dapat
memasukkan order tersebut ke JATS lewat terminal yang dimilikinya. Order
tersebut kemudian dicocokkan apabila ada order yang sesuai dalam sistem
tersebut atau “ditahan” sampai tersedia order yang cocok. Maka sistem JATS
dalam mencocokkan order, menggunakan
mekanisme prioritas harga dan waktu.
b. Bagaimana Order Bekerja
Secara umum yang perlu dilakukan para pemodal dalam
menggunakan jasa pialang adalah memberikan spesifikasi order. Dalam order
perdagangan saham, pemodal harus menjelaskn:
1. Nama
perusahaan
2. Apakah order
perdagangan tersebut untuk membeli atau menjual
3. Besarnya
order
4. Berapa lama
order tersebut akan berlaku
5. Tipe order
yang dipergunakan
Dalam memberikan order pemodal
harus menjelaskan berapa lama order tersebut akan berlaku. Order harian berarti
bahwa pialang harus berupaya untuk memenuhi permintaan pemodal pada hari
tersebut. Kalau pada hari tersebut tidak bias dipenuhi, maka order tersebut
akan batal pada hari tersebut. Kadang-kadang order dinyatakan sebagai open
order atau good-till-cancelled (GTC). Order ini akan tetap berlaku
sampai pialang bias memenuhi permintaan pemodal atau sampai pemodal
membatalkannya.
Tipe order
bias dinyatakan dalam bentuk market order, yang berarti bahwa pialang diminta
membeli atau menjual saham pada harga pasar. Dengan demikian pemodal akan
mengerti bahwa pialang pasti akan melaksanakan order tersebut, tetapi tidak
pasti tentang harga yang akan diterima atau dibayar. Pemodal bisa menentukan
dengan menetapkan limit order. Dalam hal menjual saham pemodal akan menentukan
bahwa saham tersebut akan dilepas kalau harga melebihi atau sama dengan harga
tertentu. Dalamhal membeli saham, pemodal akan menentukan berapa harga maksimal
yang bersedia dibayar.
Variasi lain adalah stop order
disebut juga sebagai stop loss order dan stop limit order. Pada stop order
pemodal harus menentukan apa yang disebut sebagai stop price. Tujuan dari order
ini adalah untuk melindungi terhadap kerugian yang mungkin terjadi. Untuk order
penjualan, stop price harus dibawah harga pasar pada waktu order diberikan.
Sebaliknya untuk order pembelian, stop pricenya harus diatas harga pasar pada
waktu order dilakukan. Apabila seseorang kemudian memperdagangkan saham pada
harga yang mencapai atau melebihi stop price, maka stop price tersebut menjadi
market price dan order dilaksanakan.
Contoh :
Di Bursa
Efek Jakarta (BEJ) merupakan tipe order yang dapat dipergunakan adalah market
order, limit order, dan discretionery order. Kedua tipe order yang pertama sama
dengan penjelasan di atas, sedangkan discretionary order berarti bahwa order
tersebut akan dilaksanakan pada harga yang menurut anggota bursa (pialang)
terbaik bagi klien (pemodal). Dengan demikian discretionary order hanya
dilakukan oleh pialang yang telah mempunyai hubungan baik dengan kliennya.
Semua order tersebut berlaku hanya untuk satu hari, kecuali dinyatakan sebagai
good-till-cancelled.
c. Perlindungan Bagi Investor Di Pasar
Sekuritas
Kondisi tersebut yang mendorong
dibentuknya lembaga perlindungan dana investor. Meskipun ada banyak
pembenahan lain yang telah dilakukan SRO (Self Regulatory Organization)
seperti SID (single investor identification) dan kartu AKSes untuk
memberi akses investor memonitoring asetnya. Pembentukan lembaga dana
perlindungan investor disiapkan dengan serius sepanjang tahun lalu. Hingga
akhirnya terbentuklah Investor Protection Funds (IPF) yang diberi nama PT
Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) pada 18
Desember 2012 lalu. IPF merupakan bagian dari proyek pengembangan
infrastruktur pasar modal Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) terlibat
dalam pengembangan ini yang bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi
investor dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia. Proyek Pengembangan IPF
tahun 2012 merupakan tahapan lanjutan dari proyek pengembangan yang telah
berjalan dari tahun sebelumnya.
Kemudian adapun kehadiran P3IEI
diharapkan membantu perkembangan pasar modal,target jumlah pemodal 2,3
juta investor diharapkan bisa tercapai. Karena salah satu faktor yang
membuat masyarakat Indonesia ingin membeli saham adalah kebangkrutan perusahaan
sekuritas akibat salah mengelola serta kejahatan pemilik dan pengelola
perusahaan. Dengan P3IEI akan ada perlindungan bagi investor. Meskipun investor
tetap memiliki risiko investasi akibat pergerakan pasar dan perkembangan
kinerja fundamental.
Meski dikenal sebagai negara yang
menerapkan sistem ekonomi liberal.Di kelembagaan cukup lengkap dalam melindungi
nasabah di sektor finansial, AS memiliki Federal Deposit Insurance Corporation
(FDIC), sedangkan di pasar modal AS ada Securities Investor Protection
Corporation (SIPC). Jika FDIC melindungi semua dana nasabah hingga batas
tertentu, SIPC tidak menjamin semua dana investor dari risiko
kerugian.
Sejak dibentuk Kongres AS tahun 1970
hingga Desember 2010, SIPC sudah mengeluarkan dana perlindungan lebih dari
USD1,2 miliar untuk mengembalikan sekitar USD109 miliar dana milik 763 ribu
investor. Kehadiran SIPC nyata dirasakan oleh para pemodal. Tidak semua
investor diproteksi SIPC. Tapi, 99 persen pemodal yang kehilangan dananya
memperoleh kembali dananya dari SIPC.SIPC melindungi investor yang
kehilangan dananya akibat kebangkrutan perusahaan sekuritas. SIPC adalah
lembaga terdepan dalam mengembalikan uang tunai dan surat berharga milik
investor yang dikelola perusahaan sekuritas. Tanpa lembaga pengelola dana
perlindungan investor, pengembalian dana investor akan memakan waktu lama dan
harus menunggu proses pengadilan dan hasil penjualan aset yang dikelola dan
ditingkatkan nilainya agar mampu menutupi kerugian serta supaya dapat
melikuidasi perusahaan dan melindungi investor.Namun, tidak semua perusahaan
sekuritas yang bangkrut dapat diambil alih,karena ada beberapa kriteria ketat
agar dana perlindungan investor tidak melahirkan moral hazaard.
Contoh kasus:
PT Sarijaya
Sekuritas, PT Antaboga Delta Sekuritas, dan banyak lagi. Investor publik
yang dirugikan oleh perusahaan sekuritas banyak yang mengaku kapok dan
tidak mau lagi berinvestasi di pasar modal. Mereka umumnya menyatakan merasa
tidak terlindungi, sebabnya karena jumlah pemodal lokal tak bertambah
signifikan selama sepuluh tahun terakhir.
d. Margin
Dengan menggunakan margin account, investor
dapat membeli sekuritas secara kredit dengan meminjam uang dari broker yang
disebut pembelian margin. Ketika investor membeli secara kredit, sebagian dana
adalah miliknya sendiri dan sisanya adalah pinjaman. Margin adalah banyaknya
dana yang dimilki oleh investor dan dinyatakan dalam presentase disebut margin.
Contoh:
Seorang investor menggunakan uangnya sendiri Rp. 80 juta dan meminjam Rp. 20
juta dari pialangnya (broker) untuk membeli saham. Jumlah investasinya adalah
Rp. 100 juta.
Jawab : Maka
margin adalah Rp. 80 juta/Rp.100 juta = 0,80atau 80 %.
Adapun ilustrasi yang lebih rinci dari
sebuah neraca rekening untuk memahami pembelian margin.
Contoh : Andi
adalah seorang investor membuka sebuah margint account sebesar Rp.600 juta.Andi
memerintahkan pialangnya untuk membeli 800.000 lembar saham JJKK.Saham JJKK
dijual pada harga Rp. 1.000 per lembar sehingga jumlah biaya adalah 800 juta.
Karena investor tersebut hanya mempunyai Rp.600 juta dalam rekeningnya, maka
Andi meminjam kekurangannya sebesar Rp. 200 juta. Neraca rekening investor
setelah pembelian sebagai berikut :
Aktiva
|
Kewajiban dan Ekuitas
|
|||
800.000 lembar saham JJKK
Rp. 800.000.000
Jumlah Rp.
800.000.000
|
Pinjaman Margin Rp. 200.000.000
Ekuitas Rp.
600.000.000
Jumlah Rp.
800.000.000
|
Pada sisi kiri neraca investor adalah
aset dalam saham JJKK yang dibeli sebesar Rp. 800 juta, jika neraca investor
sebelah kanan adalah pinjaman sebesar adalah Rp. 200 juta yang harus di lunasi
dan modal sendiri adalah Rp. 600 juta (nilai bersih investasi). Jadi nilai
kedua sisi neraca adalah sama besar yaitu Rp. 800 juta.
nilai saham dalam rekening Rp. 800 juta
Margin
dalam rekening akan berubah-ubah ketika harga sekuritas berubah.
Contoh:
Ketika saham JJKK meningkat menjadi Rp. 1.100 per lembar, maka margin sekarang
adalah Rp. 680/Rp. 880 juta = 0,7727 atau 77,27% dan rekening investor menjadi :
Aktiva
|
Kewajiban dan Ekuitas
|
||||||
800.000 lembar saham JJKK
Rp. 880.000.000
Jumlah Rp.
880.000.000
|
Pinjaman margin Rp. 200.000.000
Ekuitas Rp.
680.000.000
Jumlah Rp. 880.000.000
|
Dalam pembelian margin adapun margin
minimal yang harus disediakan oleh investor dan presentasenya ditetapkan oleh
pihak yang berwenang,presentase margin minimal ini disebut margin awal.
Besarnya margin awal ini berbeda-beda seperti saham, kontrak berjangka, dan
jenis sekuritas lainnya.
Ø Besarnya
Presentase Margin Awal Mempengaruhi Banyaknya Pinjaman
Contoh:
Seorang investor mempunyai dana tunai Rp. 300 juta dengan persyaratan margin
awal 50%. Berapa banyak nilai pembelian sekuritas yang dapat dipesan oleh
investor tersebut?
Jawab:
Margin
awal diubah menjadi 80 % atau 0,80. Modal sendiri Rp. 300 juta. Jadi total
banyak nilai pembelian adalah Rp. 300 juta/0,80 = Rp. 375 juta. Maka semakin besar margin awal yang
disyaratkan, semakin kecil banyaknya investor. Sebaliknya, margin awal yang
kecil akan memungkinkan pinjaman yang besar.
Ø Pengaruh
Margin Pada Investasi
Margin
merupakan sebuah financial leverage yang dimana ketika investor meminjam uang
untuk berinvestasi maka berdampak memperbesar keuntungan maupun kerugian.
Contoh:
Seorang
investor mempunyai Rp.70 juta dalam rekening perdagangan dengan margin awal
yang disyaratkan 70%. Oleh karena itu investor dapat membeli saham senilai
Rp.100 juta dengan tambahan meminjam Rp.30 juta. Tingkat bunga pinjaman adalah
20%.Investor tersebut dapat membeli 500.000 saham TTTT pada harga Rp200 per
lemabar. Satu tahun kemudian, harga saham TTTT mengalami kenaikan dengan harga
Rp.300 per lembar. Maka, tingkat bunga tidak berubah serta dividen dan biaya
komisi diabaikan. Berapakah return investasi ini?
Jawab:
Pada
akhir tahun, nilai investasi adalah 500 ribu lembar x Rp.300 = Rp. 150 juta.
Kemudian
Investor tersebut membayar bunga 6% atas pinjaman Rp.30 juta = Rp. 1,8 juta
Apabila
pinjaman berikutnya bunganya akan di lunasi maka akan mempunyai
Rp.150
juta-(Rp.20 juta+Rp.1,8 juta) = Rp.128,2 juta.
Maka
investor awal:
Modal
sendiri + keuntungan => Rp.70 juta + Rp. 58,2 juta= Rp. 128,2 juta
Jadi
return atas investasi tersebut adalah Rp.58,2 juta/Rp. 70 juta = 0,8314 atau
83,14 %.
Ø Investor
Berinvestasi Tanpa Menggunakan Pembelian Margin
Contoh:
Investor tersebut tidak meminjam sehingga investasi adalah hanya Rp.70 juta.
Pada harga Rp. 200 per lembar saham TTTT,pembelian adalah 350.000 lembar.
Jawab:
Harga saham TTTT meningkat menjadi Rp.300 per lembar sehingga jumlah nilai
investasi adalah 105 juta. Keuntungan adalah Rp.105 juta - Rp.70 juta = Rp.35
juta. Return presentase adalah Rp. 35 juta / Rp. 70 juta = 0,5 atau 50 %.
Pembelian
margin dapat memperbesar keuntungan dan dapat mengalami kerugian jika harga
saham TTTT pada akhir tahun telah jatuh pada Rp.100 per lembar. Dengan
pembelian margin, investor tersebut akan mengalami kerugian sebesar :
= Rp.70 juta - [Rp.50 juta - (Rp.20 juta + Rp. 1,8 juta)]
= Rp. 70 juta – Rp.28,2
juta
= Rp, 41,8 juta
Rp. 70 juta
e. Short
Sale
Short sales adalah
penjualan yang penjualnya sebenarnya tidak memiliki sekuritas yang dijualnya. Adapun
cara investor melakukan short sales yaitu meminjam saham dari pialangnya dan
kemudian investor menjualnya. Di waktu tertentu di masa mendatang, investor
tersebut akan membeli saham dalam jumlah lembar yang sama dipinjamnya untuk
mengembalikannya. Setelah short sale, investor dikatakan mempunyai short
position dalam sekuritas tersebut.
Contoh:
Bapak
Roni melakukan short sales 100.000 lembar saham UUOO pada harga Rp.300 per
lembar. Satu bulan kemudian, saham diperdagangkan pada harga Rp.200 per lembar.
Bapak Roni selanjutnya membeli 100.000 lembar pada harga Rp.200 atau senilai
Rp.20 juta dan mengembalikan pialangnya untuk menutup short position. Bapak
Roni memperoleh keuntungan sebesar Rp.10 juta karena menerima Rp.30 juta dan
membayar Rp.20 juta.
Dengan
short sale, investor membalik urutannya jika
menjual harga tinggi, membeli harga rendah. Jika long position akan
diuntungkan dengan kenaikan harga,dan short position akan diuntungkan dari
penurunan harga.
Sumber: Eduardus Tandelilin,2001,Analisis Investasi dan
Manajemen Porto Folio,BPFE,Yogyakarta
Mohammad Samsul,2006,Pasar Modal dan Manajemen Porto
Folio,Erlangga,Jakarta



15 komentar
fantastic put up, very informative. I ponder why the other experts
BalasHapusof this sector do not realize this. You must continue your writing.
I'm sure, you've a great readers' base already!
Feel free to surf to my weblog ... laser cellulite treatment
Pretty great post. I simply stumbled upon your weblog and
BalasHapuswanted to mention that I have truly enjoyed browsing your blog posts.
In any case I will be subscribing to your feed and I am hoping you
write again very soon!
Feel free to visit my blog ... Handphone Dengan Kamera Depan Terbaik
Saved as a favorite, I love your site!
BalasHapusAlso visit my website ... quest Bars
Howdy just wanted to give you a quick heads up. The words in your content seem to be running off the screen in Chrome.
BalasHapusI'm not sure if this is a format issue or something to do with browser compatibility but I thought I'd post
to let you know. The layout look great though! Hope you get the issue resolved soon. Many thanks
Feel free to visit my site - paid surveys (http://paidsurveysb.tripod.com)
Marvelous, what a weblog it is! This webpage presents useful facts to
BalasHapusus, keep it up.
My homepage: minecraft games
Right here is the right website for anyone who wishes to find out about this
BalasHapustopic. You realize so much its almost tough to argue with you
(not that I actually will need to…HaHa). You certainly put a fresh spin on a topic that's been written about for years.
Excellent stuff, just wonderful!
my web page; minecraft.net
Thanks for sharing your thoughts on Minecraft Games. Regards
BalasHapusTake a look at my website free music downloads - twitter.com -
Do you have a spam issue on this blog; I also am a blogger, and I was curious about your situation; we have created some nice
BalasHapuspractices and we are looking to swap methods with
other folks, be sure to shoot me an e-mail if interested.
my webpage :: free music downloads (Freemusicdownloadsb.com)
Amazing blog! Do you have any tips for aspiring writers?
BalasHapusI'm planning to start my own blog soon but I'm a little lost on everything.
Would you recommend starting with a free platform like Wordpress or go for a paid option? There are so many choices
out there that I'm completely overwhelmed ..
Any tips? Thanks!
Here is my blog post - dating sites [http://bestdatingsitesnow.com]
Its such as you learn my thoughts! You appear diet plans for women to lose weight
BalasHapusknow so much approximately this, like you wrote the book in it
or something. I believe that you could do with
a few percent to power the message home a little
bit, however instead of that, this is excellent blog.
A fantastic read. I will certainly be back.
Ahaa, its fastidious dialogue regarding this piece of writing at this place
BalasHapusat this weblog, I have read all that, so now me also commenting
at this place.
My web-site quest bars
This is a really good tip especially to those fresh to the blogosphere.
BalasHapusShort but very precise information… Appreciate your sharing this one.
A must read article!
Check out my homepage :: free music maker
This is very attention-grabbing, You are
BalasHapusan excessively skilled blogger. I've joined your feed and look ahead to in quest of extra
of your magnificent post. Additionally, I have shared your website in my social networks
Look at my page; paid surveys (http://paidsurveysb.tripod.com)
Greetings! Very useful advice within this article! It is the little
BalasHapuschanges that produce the largest changes. Thanks for sharing!
My blog post; quest bars
hello!,I love your writing very much! percentage we keep up a correspondence more approximately
BalasHapusyour article on AOL? I need a specialist on this space to solve my
problem. Maybe that is you! Taking a look forward to peer you.
Have a look at my page ... quest bars