Penjiplakan Terhadap Budaya Indonesia

by - Januari 06, 2012


MALAYSIA MENJIPLAK BUDAYA INDONESIA

Akhir-akhir ini kita sering mendengar, membaca, maupun menonton berita baik di media cetak maupun di media elektronik bahwa Malaysia, yaitu sebuah negara tetangga yang menjiplak bahkan mengklaim bahwa budaya Indonesia adalah budayanya. Budaya-budaya yang diklaim seperti : kesenian Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayange, alat musik angklung, kain batik, dan Tari Pendet dari Bali bahkan lagu terang bulan dijadikan lagu kebangsaan Malaysia Alat musik angklung sudah jauh dijiplak sebelumnya oleh Malaysia dan kesenian Reog Ponorogo. Tapi pemerintah Indonesia belum bertindak tegas. Kemudian yang baru-baru ini adalah kain batik dan Tari Pendet yang diklaim oleh Malaysia sebagai budayanya. Hal ini memicu kemarahan warga Indonesia khususnya yang ada di Bali karena budaya atau pun tradisinya dijiplak oleh negara lain. Indonesia baru mengetahui setelah melihat iklan wisata yang ditayangkan oleh televisi swasta yang ada di Malaysia. Sedangkan lagu Terang Bulan dianggap lumrah karena Sumatera memang dekat dengan Malaysia. Oleh karena itu, budayanya juga hampir sama. Alhamdulillah, akhirnya pemerintah mau mengusut sampai tuntas masalah ini. Setelah dikonfirmasi oleh pemerintah Indonesia, pemerintah Malaysia berspekulasi tidak mengetahui bahwa budaya Indonesia diklaim oleh mereka, karena yang menyiarkannya adalah TV swasta. Walaupun demikian pemerintah Malaysia mengambil langkah damai dan bermusyawarah. Akhirnya Malaysia meminta maaf atas kesalahan yang diperbuatnya. Sekarang, budaya Indonesia seperti angklung dan sebagainya sudah dipatenkan dan diakui oleh dunia. Ternyata ada hikmahnya juga Malaysia menjiplak budaya Indonesia. ( Takdir Rizki A & Nahzim Rahmat ).

You May Also Like

0 komentar